Tarif Tol Semarang - Demak di Awal Operasi Diusulkan Rp 1.124 per Km

Konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Misi Mulia Metrical ditetapkan sebagai pemenang lelang Tol Semarang-Demak sepanjang 27 kilometer (km).
Berdasarkan surat nomor PB.02.01-Mn/1347 tertanggal 17 Juli 2019 tentang penetapan pemenang lelang ruas tol tersebut, besaran tarif awal Tol Semarang-Demak saat beroperasi sebesar Rp 1.124 per kilometer (km).
“Dalam surat penetapan itu disebutkan tarif tol awal golongan I Rp 1.124 per kilometer,” beber Kepala Bidang Investasi Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, Denny Firmansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (20/7).
Meski demikian, menurut dia, besaran tarif melintasi Tol Semarang-Demak masih bisa berubah menyesuaikan dengan kebijakan Kementerian PUPR. Pemerintah akan mengupayakan tarif tol tidak membebani masyarakat.
Adapun pembangunan Tol Semarang-Demak diramal akan menelan investasi mencapai Rp 15,3 triliun selama masa konstruksi 2 tahun. Lahan yang dibutuhkan seluas 1,88 juta meter persegi di Kota Semarang dan Demak.
Sementara itu, Kepala BPJT Kementerian PUPR, Danang Parikesit menambahkan, banjir rob di Kota Semarang yang kerap terjadi menimbulkan kemacetan lalu lintas di sekitarnya. Padahal daerah yang terdampak itu terdapat sejumlah pusat industri yang menjadi tumpuan perekonomian Semarang.
“Harapannya pembangunan tol ini sekaligus merevitalisasi kawasan industri di sana. Begitu jalan tolnya dibangun kawasan industri tidak lagi terdampak rob, sehingga bisa kembali membangkitkan ekonomi baru di sana," ujarnya.
