Kumparan Logo

Tas PM Jepang Sanae Takaichi Jadi Sorotan, Produsennya Kebanjiran Pesanan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gaya PM Jepang Sanae Takaichi pakai tas lokal saat melantik kabinetnya di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025).  Foto: Dok, Kantor PM Jepang
zoom-in-whitePerbesar
Gaya PM Jepang Sanae Takaichi pakai tas lokal saat melantik kabinetnya di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). Foto: Dok, Kantor PM Jepang

Sebuah tas kulit buatan tangan asal Jepang mendadak jadi incaran publik setelah dipakai oleh Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi. Fenomena ini membuat produsen lokal berusia 145 tahun, Hamano Inc., kebanjiran pesanan hingga harus menunda pengiriman berbulan-bulan.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (29/10), tas yang dimaksud adalah “Grace Delight Tote”, yang kerap terlihat dibawa Takaichi saat berjalan menuju kediaman perdana menteri. Warganet dengan cepat melacak identitas tas tersebut dan mendapati produk itu berasal dari Hamano, pembuat barang kulit asal Nagano yang sejak lama dipercaya keluarga kekaisaran Jepang.

Dibanderol sekitar ¥136.000 (USD 895) atau sekitar Rp14,86 juta (kurs Rp 16.608 per USD, tas ini viral di media sosial karena desainnya yang dianggap mewakili karakter Takaichi, anggun namun tegas. Menurut situs resmi perusahaan, meskipun sepenuhnya terbuat dari kulit, tas ini hanya berbobot 700 gram, dan dirancang untuk “menyeimbangkan keanggunan dengan kepraktisan".

Gaya PM Jepang Sanae Takaichi pakai tas lokal saat melantik kabinetnya di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). Foto: Dok, Kantor PM Jepang

Setelah foto-foto Takaichi tersebar luas di media dan internet, salah satunya ketika dia memakainya saat melantik kabinetnya, Selasa (21/10), Hamano mengaku menerima “lonjakan pesanan yang banyak” hingga membuat pengiriman tertunda sampai akhir April 2026. Perusahaan bahkan meminta maaf karena kewalahan menjawab pertanyaan pelanggan yang terus berdatangan.

Fenomena “efek Takaichi” ini mengingatkan pada kasus serupa di dunia politik, ketika anggota parlemen AS dari Demokrat, Alexandria Ocasio-Cortez, mempopulerkan tas Telfar buatan AS pada 2020 hingga menjadi simbol dukungan pada merek lokal dan inklusivitas.

Menurut Kaori Nakano, pakar budaya dan gaya hidup dari Universitas Aoyama Gakuin, pesona tas Hamano terletak pada kesederhanaannya yang elegan, cocok bagi perempuan profesional yang menginginkan tampilan rapi tanpa mencolok.

Gaya PM Jepang Sanae Takaichi pakai tas lokal saat melantik kabinetnya di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). Foto: Dok, Kantor PM Jepang

“Ini pilihan yang kokoh dan bisa diandalkan bagi perempuan di posisi manajerial. Selain kualitasnya tinggi, harganya juga jauh lebih terjangkau dibandingkan merek luar negeri sekelasnya," kata Nakano.

Bagi banyak pengamat, pilihan Takaichi membawa makna lebih dalam. Selain tas Hamano, ia juga kerap mengenakan busana rancangan Jun Ashida, desainer yang juga dikenal karena karyanya untuk keluarga kekaisaran Jepang.

“Dengan mengenakan produk buatan Jepang di panggung internasional, Takaichi menyampaikan pesan kuat tentang patriotisme dan kebanggaan terhadap industri lokal. Dan efeknya langsung terasa," terang Nakano.

instagram embed