Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.3
19 Ramadhan 1446 HRabu, 19 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
TBS Energi Utama (TOBA) Raup Laba Bersih USD 47,98 Juta Sepanjang 2024
13 Maret 2025 11:25 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan kinerja keuangan atau laba positif sepanjang tahun 2024, yang mencerminkan ketahanan perusahaan selama masa transisi menuju bisnis berkelanjutan. Hal ini terutama didukung oleh pertumbuhan yang positif pada segmen pengelolaan limbah, serta peningkatan efisiensi operasional di segmen pertambangan.
ADVERTISEMENT
Pada periode ini, TOBA mencatatkan pendapatan sebesar USD 445,6 juta dengan EBITDA yang disesuaikan mencapai USD 131,4 juta, naik sebesar 34,5 persen dibandingkan USD 97,7 juta pada tahun sebelumnya.
Laba Operasi (Operating Income) perusahaan meningkat sebesar 46,9 persen dari USD 63,9 juta menjadi USD 93,9 juta, dengan margin laba kotor meningkat menjadi 18,2 persen. Perseroan juga mencatat Laba Bersih Tahun Berjalan (Net Income) sebesar USD 47,98 juta, meningkat 130 persen dibandingkan 2023 yang ada di USD 20,85 juta.
"Kinerja keuangan tahun 2024 ini menunjukkan bahwa strategi kami dalam melakukan transisi dari bisnis berbasis batubara menuju bisnis berkelanjutan memberikan hasil positif. Segmen pengelolaan limbah yang kini mulai matang, telah menunjukkan potensi besar dalam mendorong pertumbuhan perusahaan," ujar Presiden Direktur TOBA, Dicky Yordan, melalui keterangan tertulis, Kamis (13/3).
ADVERTISEMENT
Dicky mengatakan capaian ini sekaligus menegaskan posisi TBS sebagai salah satu perusahaan di Indonesia yang secara aktif bertransformasi dari bisnis berbasis batu bara menuju bisnis non-fosil yang lebih ramah lingkungan, di bawah kerangka komitmen TBS2030.
Tahun 2024 juga menandai kemajuan penting dalam perjalanan TBS menuju target karbon netral di tahun 2030. Salah satu langkah strategis adalah penandatanganan perjanjian divestasi aset Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara dengan total kapasitas 200 MW, yang secara efektif akan mengurangi emisi Perseroan sebesar 80 persen.
Selain itu, TBS terus memperluas kapasitas energi terbarukan, dengan dimulainya konstruksi 46 MWp pembangkit listrik tenaga surya terapung, serta ekspansi signifikan dalam ekosistem motor listrik (EV) melalui anak usaha Electrum, yang pada akhir 2024 telah mengoperasikan lebih dari 4.400 unit motor listrik di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Langkah besar lain yang diambil perseroan pada tahun 2024 adalah penandatanganan perjanjian akuisisi bisnis pengelolaan limbah terintegrasi, yaitu Sembcorp Environment di Singapura. Akuisisi ini diharapkan dapat memperkuat posisi TBS sebagai pemimpin dalam industri pengelolaan limbah di tingkat regional.
"Strategi kami jelas dan terarah, yaitu terus memperkuat bisnis berbasis keberlanjutan dengan tujuan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan pondasi keuangan yang solid dan eksekusi strategi yang konsisten, kami yakin dapat mewujudkan komitmen TBS2030 dengan optimal, tutur Dicky.