Tekan Belanja Negara, Thailand Siapkan Program Pensiun Dini PNS

Thailand berencana menerapkan program pensiun dini bagi pegawai negeri sipil (PNS) sebagai upaya mengurangi jumlah aparatur negara sekitar 5 persen per tahun dan menekan belanja pemerintah. Hal ini disampaikan Wakil Perdana Menteri Thailand Pakorn Nilprapunt.
Mengutip Bloomberg, program yang diperkirakan mulai berjalan pada tahun fiskal 2027 itu awalnya akan menyasar pegawai berusia 50 tahun ke atas. Sementara itu, Pakorn mengatakan pegawai berusia mulai 40 tahun dapat memenuhi syarat untuk mengikuti program tersebut jika memiliki kondisi kesehatan yang buruk atau perlu merawat anggota keluarga.
Menurut Pakorn, tahap pertama program ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar 7 miliar baht, setara dengan USD 209 juta atau Rp 3,74 triliun (kurs Rp 17.899). Hingga Juni 2023, Thailand tercatat memiliki sebanyak 1,68 juta pegawai negeri sipil.
Pakorn menyatakan, pemerintah tengah mempertimbangkan pemberian kompensasi lebih dari 12 kali gaji bulanan pegawai. Namun, besaran pasti kompensasi tersebut masih dibahas bersama Kementerian Keuangan.
Pemerintahan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul kini memberikan perhatian lebih besar pada konsolidasi fiskal. Anggaran pemerintah terbebani oleh belanja yang relatif tinggi dan diperkirakan akan mencapai batas yang ditetapkan sendiri oleh pemerintah, yakni 70 persen.
Paket pensiun dini itu menjadi salah satu gagasan pemerintah untuk menyediakan dana cadangan yang lebih besar guna mengantisipasi kemungkinan guncangan terhadap perekonomian Thailand.
Pakorn pun mengatakan sejumlah lembaga terkait tengah merampungkan rincian rencana tersebut sebelum diajukan kepada kabinet untuk mendapatkan persetujuan.
