Tekan Impor, Industri Alat Kesehatan RI Produksi Ventilator-Mesin Anestesi
·waktu baca 2 menit

Salah satu pelaku industri alat kesehatan Indonesia, PT Graha Teknomedika (GTM), memproduksi ventilator dan mesin anestesi hasil kolaborasi dengan perusahaan global Mindray. Peluncuran ini dipandang sebagai langkah penting dalam memperkuat kemandirian industri alat kesehatan Indonesia serta menekan ketergantungan pada produk impor.
Direktur Marketing dan Keuangan GTM, Febie Yuriza Poetri, menyebut kerja sama ini bukan sekadar investasi finansial, melainkan investasi pengetahuan, transfer teknologi, hingga peningkatan kapasitas SDM.
“Hari ini adalah bukti nyata bahwa bangsa Indonesia mampu menghadirkan produk alat kesehatan berteknologi tinggi yang setara standar internasional. Ini tonggak penting dalam membangun kemandirian bangsa di sektor alat kesehatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/9).
GTM yang berdiri sejak 1988 telah memiliki sertifikasi CPAKB serta standar internasional ISO 13485, ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001. Perusahaan menargetkan kapasitas produksi ventilator dan mesin anestesi mencapai 500–1.000 unit per tahun, dengan orientasi tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menyasar pasar ekspor.
Produk ventilator seri SV300 dan SV800 sudah mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Sementara itu, mesin anestesi WATO EX-35, WATO EX-65 PRO, dan A8 sedang dalam proses sertifikasi TKDN dengan estimasi capaian serupa. Dengan level TKDN tersebut, produk ini masuk kategori prioritas e-Katalog pengadaan pemerintah.
Febie menegaskan bahwa kerja sama dengan Mindray juga menciptakan lapangan kerja baru. Pada tahap awal, sekitar 20 tenaga kerja ahli lokal dilatih langsung oleh Mindray, mulai dari engineering, operator produksi, quality control, hingga riset dan pengembangan. “Tujuan kami hanya satu: menjadikan Indonesia tuan rumah di negeri sendiri sekaligus pemain global dalam industri alat kesehatan berteknologi tinggi,” tegasnya.
General Manager Mindray Indonesia, Max Cao, menambahkan bahwa kerja sama ini untuk mewujudkan kemandirian industri alat kesehatan. Ia mengungkapkan dua capaian utama: perolehan TKDN di atas 40 persen dan respons pasar yang positif, termasuk pemesanan 200 unit ventilator.
“Keberhasilan ini bukti nyata komitmen kami pada strategi lokalisasi Indonesia. Respons cepat pasar semakin menguatkan keyakinan kami untuk terus melangkah,” katanya.
Max menekankan, Mindray diharapkan mampu memproduksi alat medis berkualitas tinggi bagi rumah sakit, dokter, dan pasien di Indonesia. “Bersama GTM, kami percaya ini awal perjalanan besar memperkuat ekosistem industri alat kesehatan dalam negeri. Terima kasih kepada pemerintah dan seluruh mitra atas dukungan dan kerja samanya. Bersama, kita membangun Indonesia yang lebih sehat,” pungkasnya.
