Telkom Kucurkan Rp 7,49 T Buat Investasi Modal Ventura (MDI)

30 Mei 2023 20:53 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Ririek Adriansyah dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Fairmont, Selasa (30/5/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Ririek Adriansyah dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Fairmont, Selasa (30/5/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
ADVERTISEMENT
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengalokasikan dana anak perusahaan modal ventura, PT MDI Ventures senilai USD 500 juta atau setara Rp 7,49 triliun (asumsi kurs Rp 14.985 per dolar AS).
ADVERTISEMENT
Investasi terakhir buat MDI ditanamkan USD 500 juta. Cuma itu kita lakukan secara bertahap, dari akhir 2021 sampai awal 2023,” ujar Direktur Strategy Portofolio Telkom Indonesia Budi Setyawan Wijaya dalam konferensi pers RUPS di Hotel Fairmont, Selasa (30/5).
Budi mengaku sudah banyak investor sudah percaya menaruh dana di MDI Ventures. Saat kondisi tech winter, ada hal yang menjadi parameter baru MDI Ventures untuk menaruh dana di startup.
“Kita mengharapkan tidak hanya dana internal, tapi dana eksternal menjadi partner source of fund. Alhamdulillah sudah banyak investor yang mempercayakan MDI baik GP maupun LP (investor),” imbuh Chairman Telkomsigma tersebut.
Ilustrasi Telkom. Foto: Shutter Stock
Dengan adanya kondisi tersebut, tutur Budi, MDI Ventures tidak menutup kemungkinan untuk membuka investasi baru ke startup Indonesia yang memang potensial.
ADVERTISEMENT
Sejak Juli 2022, melalui MDI Ventures, TelkomGroup telah mempertemukan ratusan startup lokal dengan jajaran investor baik dari dalam negeri maupun luar. Berkat inisiatif tersebut, 25 startup tanah air pun meraih kucuran dana senilai total Rp 6,19 triliun.
Hingga tahun 2022, jaringan startup yang masuk ekosistem MDI Ventures ada sekitar 334 perusahaan dari 11 negara.