Telkom Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Rp 4 Triliun
·waktu baca 2 menit

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp 4 triliun.
Rencana buyback akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 8 Juni 2026. Apabila disetujui, pelaksanaan buyback dapat dilakukan mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, dana yang disiapkan untuk aksi korporasi tersebut mencapai Rp 4 triliun dan seluruhnya akan berasal dari kas internal perusahaan.
"Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” tulis manajemen, dikutip Minggu (7/6).
Manajemen Telkom menjelaskan buyback dapat dilakukan melalui BEI maupun di luar bursa, baik secara bertahap maupun sekaligus. Namun jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor sesuai ketentuan yang berlaku.
Manajemen menegaskan aksi buyback takkan mengganggu operasional maupun kemampuan keuangan perusahaan. Perseroan menilai posisi kas dan arus kas saat ini masih cukup kuat untuk mendanai buyback sekaligus menjalankan kegiatan usaha.
"Tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan cash flow yang cukup,” lanjut manajemen.
Meski demikian, penggunaan dana buyback diperkirakan akan menurunkan aset dan ekuitas perusahaan hingga maksimal Rp 4 triliun. Namun Telkom menilai dampaknya terhadap indikator keuangan relatif terbatas.
Dalam simulasi yang disampaikan perusahaan, laba per saham atau earnings per share (EPS) justru berpotensi meningkat menjadi 183,1 dari sebelumnya 179,8 setelah buyback dilaksanakan.
Perseroan juga memastikan porsi saham beredar di publik (free float) tetap memenuhi ketentuan minimum bursa, yakni tidak kurang dari 15 persen dari total saham tercatat.
