Telkom Mau Indihome dan Telkomsel Merger, Bagaimana Prospek Sahamnya?
·waktu baca 2 menit

PT Telkom Indonesia (TLKM) berencana melepas bisnis internet fixed broadband IndiHome ke anak perusahaannya, yakni Telkomsel.
Saham TLKM dibuka melemah di level 4.550 pada perdagangan hari ini. Sementara level tertingginya adalah 4.550.
Analis Jasa Utama Sekuritas Cheryl Tanuwijaya menilai koreksinya wajar karena bursa global sedang koreksi dalam jangka pendek. Tak hanya saham TLKM, melainkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah koreksi lebih dari 1 persen di perdagangan sesi 1 ini.
“Prospeknya bagus karena mempercepat fixed mobile convergence seperti yang terjadi di negara lain. Selain itu juga skala bisnis dan kapitalisasi TLKM juga makin meningkat,” kata Cheryl kepada kumparan, Senin (22/8).
Cheryl mencermati inovasi dan perluasan digitalisasi berpotensi mendongkrak kinerja TLKM. Investor dapat mengoleksi saham ini untuk jangka menengah dan panjang.
Sementara itu, Analis Telco dari Sucor Sekuritas Christofer Kojongian, mengatakan rencana penggabungan Indihome ke Telkomsel ini tidak dalam waktu dekat. Merger ini paling cepat dilakukan di tahun 2023.
“Tujuan Indihome gabung ke Telkomsel itu untuk mendukung program Fixed Mobile Convergence mereka, di mana akan meningkatkan kesetiaan customer dan juga kesempatan untuk menaikkan harga jual paket,” ujarnya.
Christofer menyebut prospek ke saham TLKM tidak akan terlalu berefek signifikan, karena hanya peralihan bisnis ke anak usaha. Untuk jangka menengah dan panjang, saham TLKM direkomendasikan karena sisi fundamentalnya mendukung.
Christofer dan Cheryl merekomendasikan buy untuk saham TLKM dengan target price Rp 5.200 per lembar saham.
