Kumparan Logo

Telkom Spin-Off InfraCo Tahap 2, Nilai Transaksi Capai Rp 49,9 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di kantor pusat, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di kantor pusat, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mempercepat proses streamlining bisnisnya melalui kelanjutan Spin-Off InfraCo Tahap 2.

Nilai transaksi pengalihan portofolio bisnis dan aset infrastruktur dalam tahap ini mencapai Rp 49,9 triliun.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, mengatakan percepatan streamlining jadi salah satu fokus manajemen baru sesuai arahan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

"Kita harus mempercepat streamlining ini, di mana target yang diberikan oleh Danantara dan pemerintah akan kita coba upayakan semaksimal mungkin untuk bisa kita selesaikan streamlining ini di tahun ini,” ucap Nanang dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (30/9).

Salah satu agenda streamlining ini dilakukan melalui pemisahan bisnis infrastruktur Telkom atau Spin-Off InfraCo. Sebelumnya, Telkom telah menyelesaikan Spin-Off InfraCo Tahap 1 yang efektif sejak Januari 2026.

Hasil transformasi melahirkan PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) sebagai operating company Telkom yang berfokus pada penyediaan infrastruktur digital dan wholesale.

Telkom kemudian melanjutkan transformasi melalui Spin-Off InfraCo Tahap 2. Setelah proses pengalihan portofolio bisnis dan aset rampung, InfraNexia akan memiliki lebih dari 90 persen total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki Telkom.

Aset tersebut mencakup jaringan akses ke pelanggan hingga core backbone dan infrastruktur pendukung lainnya. Secara keseluruhan, InfraNexia bakal mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di seluruh Indonesia.

Nanang menyebut, percepatan proses transformasi Telkom bisa berlanjut hingga tahun depan, dengan manajemen berupaya mempercepat implementasi dan eksekusi program yang telah ditetapkan.

"Dan mungkin berlanjut ke tahun depan gitu Jadi itu kalau ditanya seperti apa fokusnya Tetap sesuai dengan visi yang sudah kita canangkan di TLKM 30 Tapi kita coba percepat prosesnya ini, implementasi dan eksekusinya sehingga apa yang jadi harapan Danantara dan pemerintah bisa kita penuhi,” lanjut Nanang.