TelkomGroup dan China Unicom Dorong Kapabilitas Infrastruktur Berstandar Global

TelkomGroup resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT China Unicom Indonesia Operations (China Unicom) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Kesepakatan ini melibatkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Network Telkom Nanang Hendarno, bersama jajaran Direksi dari Telkomsel, InfraNexia, dan Mitratel, serta Direktur China Unicom Wu Xu Hua, dengan didampingi oleh Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji, di Jakarta, Senin (21/9).
Direktur Network Telkom, Nanang Hendarno menyampaikan, kolaborasi ini dapat membuka ruang bagi para pihak untuk menjajaki kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur digital, konektivitas, dan solusi teknologi bagi pasar di Indonesia.
Nantinya, bentuk kolaborasi akan diarahkan untuk mengembangkan produk, layanan, dan peluang bisnis bagi pelanggan enterprise di Indonesia, sekaligus menjajaki akses ke pasar global sesuai kapabilitas dan kesepakatan para pihak.
"Kolaborasi dengan China Unicom menjadi langkah strategis bagi TelkomGroup untuk memperkuat fondasi jaringan nasional di tengah kebutuhan akan layanan digital yang kian meningkat," kata Nanang.
TelkomGroup akan mengombinasikan infrastruktur, ekosistem pelanggan, dan pemahaman pasar domestik dengan pengalaman internasional, kapabilitas teknologi, serta jaringan ekosistem global China Unicom. Saat ini, China Unicom telah menjangkau lebih dari 1,2 miliar pengguna, didukung hampir 5 juta base station 5G dan lebih dari 670.000 kilometer kabel laut.
"Melalui inisiatif ini, kami ingin meningkatkan kapasitas dan keandalan ekosistem telekomunikasi digital yang kami miliki, sehingga dapat menghadirkan pengalaman dan layanan yang semakin optimal untuk mendukung pelanggan enterprise di Indonesia," lanjutnya.
Dengan menempatkan kebutuhan pelanggan dan penciptaan nilai sebagai dasar pengembangan setiap inisiatif, tambah Nanang, TelkomGroup dan China Unicom akan terus menggali peluang kolaborasi yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis, memperkuat daya saing industri, serta memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan.
Kesepakatan disusun menggunakan skema multilateral yang mengintegrasikan kapabilitas TelkomGroup ke dalam satu kerangka kolaborasi strategis bersama China Unicom.
"Lewat prinsip resiprokal, para pihak memungkinkan untuk menjajaki kerja sama di lima bidang utama, yaitu ekosistem data center, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), solusi dan use case 5G, konektivitas, serta Internet of Things (IoT)," ucap Nanang.
Skala jaringan global China Unicom membuka peluang bagi TelkomGroup untuk saling bertukar wawasan teknis dan benchmark kelas dunia. Perusahaan optimis kolaborasi ini akan mendorong percepatan modernisasi jaringan serta memperkuat daya saing infrastruktur digital nasional ke depan.
Senada dengan Nanang, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji mengatakan, kemitraan antara TelkomGroup dan China Unicom akan memperluas kerja sama strategis dengan mitra global yang memiliki kapabilitas dan pengalaman komplementer.
"Melalui skema multilateral ini, kami ingin menggabungkan kekuatan TelkomGroup dengan kapabilitas global China Unicom untuk membuka peluang bisnis baru serta menghadirkan nilai yang semakin relevan bagi pelanggan dan industri di Indonesia," kata Seno.
Penjajakan kolaborasi di lima bidang yang telah disepakati akan melibatkan Telkomsel, InfraNexia, dan Mitratel sesuai dengan kapabilitas serta portofolio bisnis masing-masing. Dengan pendekatan ini, setiap inisiatif dapat melibatkan satu atau lebih entitas TelkomGroup, bergantung pada relevansi solusi dan kebutuhan pelanggan. Kemitraan ini juga memungkinkan pemanfaatan kapabilitas para pihak secara dua arah.
China Unicom dapat memanfaatkan infrastruktur TelkomGroup, termasuk layanan data center, cloud, dan konektivitas. Di sisi lain, TelkomGroup dapat memanfaatkan kapabilitas teknologi serta jaringan ekosistem global China Unicom untuk mendukung pengembangan solusi sekaligus membuka akses ke pelanggan dan pasar internasional.
Skema resiprokal ini juga turut memperluas ruang kolaborasi kedua grup, tidak hanya dalam bentuk hubungan business-to-business konvensional, tetapi juga melalui pemanfaatan kapabilitas dan ekosistem masing-masing entitas.
Pada tahap selanjutnya, akan dilakukan validasi pasar, pertukaran wawasan dan benchmark global, demonstrasi kapabilitas, pendalaman teknis, alih pengetahuan, serta penjajakan inisiatif bersama. Setiap peluang yang teridentifikasi akan dievaluasi berdasarkan kesiapan pasar, nilai bisnis, serta peran dan kapabilitas masing-masing pihak sebelum dituangkan dalam perjanjian definitif.
"Dengan kolaborasi ini, TelkomGroup tetap memegang peran utama dalam hubungan komersial dengan pelanggan di Indonesia. Keterlibatan China Unicom dengan pelanggan TelkomGroup akan dilakukan bersama di bawah TelkomGroup, sementara China Unicom memberikan dukungan sesuai cakupan kerja sama berdasarkan kesepakatan para pihak," pungkas Seno.
