Kumparan Logo

Teras BRI Kapal Menjangkau Layanan Perbankan di Pulau Terpencil

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ruang layanan nasabah di Kapal Bahtera Seva II, yakni kapal layanan perbankan milik Bank BRI (BRI Teras Kapal). Foto: Wendiyanto Saputro
zoom-in-whitePerbesar
Ruang layanan nasabah di Kapal Bahtera Seva II, yakni kapal layanan perbankan milik Bank BRI (BRI Teras Kapal). Foto: Wendiyanto Saputro

Lebih dari dua tahun sudah Bahtera Seva II melaut. Diluncurkan pada akhir 2016, kapal ini menjadi kapal kedua di dunia yang dijadikan bank terapung. Ia hadir mengikuti jejak “kakak”-nya, Bahtera Seva I, yang diluncurkan pada 2015.

Keduanya menjadi istimewa karena sebelumnya tidak pernah ada kapal laut yang beroperasi layaknya kantor cabang sebuah bank. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI menjadi bank pertama dan satu-satunya di dunia yang mewujudkannya.

Alasannya pun masuk akal: Indonesia adalah negara kepulauan, dengan puluhan ribu pulau yang terpisah lautan satu sama lain. Tidak semua pulau bisa memiliki kantor cabang bank. Sangat tidak efisien, tentu.

Imbasnya, ada kekosongan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat pulau. Menurut Direktur Utama BRI, Suprajarto, Teras BRI Kapal dihadirkan oleh BRI untuk mengisi kekosongan ini.

“Makanya waktu 2014-2015 saya mengusulkan ke Dirut BRI. Waktu itu saya masih di posisi Pak Osbal (Osbal Saragi, Direktur Layanan dan Jaringan BRI, red). Usul saya disetujui dan sekarang kita sudah mengoperasikan tiga layanan BRI Teras Kapal,” kata Suprajarto dalam kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Kamis (25/7).

Dirut Bank BRI, Suprajarto, di ruang kemudi Kapal Bahtera Seva II yakni kapal layanan perbankan milik Bank BRI (BRI Teras Kapal). Foto: Wendiyanto Saputro

“Teras kapal itu misinya memang to reach the unreachable. Menjangkau yang tak terjangkau,” tambah Osbal.

Sementara Bahtera Seva I melayani masyarakat di Kepulauan Seribu, Teras BRI Kapal Bahtera Seva II melayani wilayah Labuan Bajo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, seperti Pulau Longos, Pulau Boleng, Pulau Seraya Besar, dan Pulau Rinca. Selain itu, ada juga Bahtera Seva III, yang melayani masyarakat di wilayah Halmahera.

Keberadaan tiga Teras BRI Kapal tersebut kemudian menjadi begitu penting bagi perekonomian Indonesia. Tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat pulau, Teras BRI Kapal juga membantu misi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan inklusi keuangan. Sebab, keberadaan bank terapung ini membuat BRI dapat memberikan layanan perbankan bagi masyarakat pulau, yang sebelumnya tak terjangkau.

“Proses seperti ini yang terus akan kita dorong agar pulau-pulau juga terlayani semuanya. Masyarakat juga masuk ke dalam sistem perbankan. Ini yang kita namakan keuangan inklusi,” ucap Presiden Joko Widodo, setelah pertama kalinya meninjau Kapal Bahtera Seva III pada Februari 2017.

“Semua masyarakat seperti nelayan dan petani kecil itu semuanya bisa menabung, bisa deposito, tapi juga bisa meminjam kredit. Jadi kita membiasakan rakyat untuk terbiasa dan masuk ke dalam sistem perbankan,” lanjutnya.

Bahtera Seva II, kapal layanan perbankan milik Bank BRI atau BRI Teras Kapal yang melayani wilayah kepulauan di Flores, NTT. Foto: Wendiyanto Saputro

Mengingat posisinya yang berada di wilayah Indonesia Timur, Bahtera Seva II dan III pun memiliki arti lainnya: usaha pemerataan layanan bank di wilayah timur. Apalagi, menurut Survei Nasional Literasi Keuangan OJK tahun 2016, terungkap bahwa inklusi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 67,8 persen. Sementara untuk literasi keuangan hanya 29,7 persen.

“Ini juga untuk membangun literasi perbankan. Ini ke depan supaya tidak ada lagi uang-uang di luar bank. Istilahnya ‘uang di kolong kasur’,” sebut Osbal Saragi.

“Bank BRI akan terus berinovasi baik dalam hal produk dan layanannya guna mendukung program inklusi dan literasi keuangan yang tengah gencar dicanangkan oleh pemerintah,” pungkas Suprajarto.