Terima Laporan 1.000 Penipuan, Taspen Perkuat Pengawasan dan Pendampingan
ยทwaktu baca 3 menit

PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) menerima lebih dari 1.000 laporan penipuan yang mengatasnamakan perusahaan selama satu tahun ke belakang.
Corporate Secretary Taspen, Henra, mengatakan perusahaan selalu menggaungkan keseriusan terhadap laporan penipuan para peserta Taspen. Namun, peserta tetap harus bersikap hati-hati dan waspada terhadap berbagai modus.
"Alhamdulillah dengan apa yang sudah kita lakukan sepanjang 2025 ini cukup berhasil, dan kelihatan dari penurunan penipuan dan laporannya juga. Itu yang sebenarnya kita harapkan, jadi peserta juga akan merasa lebih aman dengan support dari Taspen," katanya saat Press Club Perlindungan Data Peserta Taspen Melalui Sistem dan Inovasi Teknologi, Kamis (7/5).
Corporate Communication & Media Relations Dept Head Taspen, Rizky Bachrudin, mengatakan perusahaan mencatat terdapat lebih dari 1.000 laporan sejak peluncuran aplikasi Andal by Taspen pada Januari 2025 hingga Februari 2026.
"Kalau kita lihat pelaporan yang masuk ke kami sih 1.000 pelaporan, dari 1.000 itu kita follow up dan kita report ke Komdigi buat di-take down," ungkapnya.
Rizky menjelaskan, modus penipuan paling banyak melalui aplikasi WhatsApp. Oknum penipu menghubungi peserta Taspen dan meminta perubahan data melalui tautan yang merupakan jebakan phising.
"Modusnya sama via WhatsApp, dikontak nanya nama betul apa tidak, terus suruh update data diri. Jadi kalau tidak di-update nanti pensiunnya tidak cair. Padahal kalau tidak klik, tidak ada hubungan dengan aplikasi Taspen," jelasnya.
Kendati begitu, dia memastikan data penipuan terus menurun setidaknya sejak Juni 2025, karena semakin masifnya edukasi yang dilakukan Taspen, sehingga masyarakat pun semakin waspada.
"Jadi awalnya naik di Januari tahun lalu karena aplikasi Andal itu baru naik di Januari, di bulan Juni mulai turun karena kita udah mulai edukasi, sekarang juga beberapa masih ada," tutur Rizky.
Di sisi lain, Rizky memastikan Taspen tidak lepas tangan terhadap laporan penipuan yang diterima perusahaan. Pada beberapa kasus, perusahaan ikut mendampingi kepada ranah hukum.
"Kita temenin pelaporannya, pengaduannya, kita fasilitasi banget. Jadi itu yang masuk kita ya di beberapa cabang tadi 1.000 laporan penipuan ada beberapa yang lewat cabang, bahkan kalau beberapa orang itu yang mengajukan ke pengadilan juga kita suportif buat jadi saksi," jelas Rizky.
Sementara itu, Information Technology Division Head Taspen, Sidra Muntahari, menjelaskan bahwa kewaspadaan atau awareness harus dilakukan mulai dari pihak keluarga yang mengingatkan pensiunan yang terbilang sudah lansia.
"Informasi bahwa penipuan ini harus dikerjakan bersama dan salah satunya enggak ke peserta saja. Kita juga awareness kepada keluarganya, karena keluarganya itu yang lebih lebih matang," kata Sidra.
Perusahaan, lanjut Sidra, rutin melaksanakan penetration test setiap tahunnya untuk mengecek celah-celah dalam aplikasi yang bisa saja dimanfaatkan para oknum penipu.
"Kita juga lakukan penetration test setiap tahun, ini fase kedua dari tahun sebelumnya, untuk mengecek di mana ada hole-hole yang bisa orang masuk ke dalam peserta kita. Dan juga kita awareness juga kepada perbankan," tandas Sidra.
