Terkena Tsunami, Resort di Tanjung Lesung Akan Dibangun Lagi di 2019

Tsunami di Selat Sunda yang melanda Banten dan Lampung pada Sabtu (23/12) malam meluluhlantahkan penginapan yang berada di dekat pantai. Salah satu kawasan yang terdampak adalah di Tanjung Lesung.
Ketua Tim Tourism Crisis Center (TCC) yang juga Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti mengatakan, pihaknya sudah melakukan monitoring di seluruh pantai Anyer, Pantai Sumur, Pantai Carita, dan Tanjung Lesung.
Kata dia, daerah wisata yang paling parah terjadi di Tanjung Lesung. Menurutnya, dari 90 tempat penginapan dan hotel yang ada di sana, 90 persen bangunannya hancur tersapu gelombang tsunami. Tapi, pemulihan bakal segera dilakukan segera. Pembangunan kembali penginapan di sana akan dimulai tahun depan.
"Mereka ingin dalam waktu cepat dilakukan pemulihan di sana. Beberapa cottage bakal dilakukan pemulihan kembali dari pihak manajemen. Bahkan di awal tahun ini mereka akan bangun di cottage (lokasi terdampak)," kata Guntur saat dihubungi kumparan, Selasa (25/12).
Tanjung Lesung sendiri masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus. Daerah ini juga merupakan satu dari 10 Bali Baru yang tengah dikembangkan potensi wisatanya oleh pemerintah bersama investor.

Guntur mengatakan, meski resort yang akan dibangun di lokasi bekas tsunami melanda, pihak manajemen tidak khawatir. Kata dia, sudah menjadi risiko Indonesia sebagai negara yang berada di ring of fire dekat akan bencana alam seperti tsunami.
Jalan untuk bangkit dan membangun kembali tempat wisata ini kata dia dengan meningkatkan kewaspadaan pemilik resort yang ada dengan selalu memantau perkembangan cuaca ataupun kejadian alam dari instansi terkait seperti BMKG. Pencegahan dini juga penting untuk meminimalisir terjadinya korban jiwa.
"Dari pihak manajemen, mereka punya unit manajemen crisis center yang dikeluarakan dari instansi resmi. Mereka selalu monitor itu setiap waktu. Saya pikir, mereka akan pikirkan secara matang kapan untuk recovery sambil monitoring dan kondisi cuaca dari BMKG," jelas Guntur.
