Kumparan Logo

Terkuaknya Transaksi Tak Wajar Rafael Alun, dari Rp 50 Juta hingga Rp 500 M

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers Menkeu Sri Mulyani dan Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenkeu, Sabtu (11/3/2023). Foto: Akbar Maulana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers Menkeu Sri Mulyani dan Menkopolhukam Mahfud MD di Kantor Kemenkeu, Sabtu (11/3/2023). Foto: Akbar Maulana/kumparan

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan transaksi tak wajar dari eks pejabat pajak, Rafael Alun, sebenarnya sudah tercium sejak 2019 silam. Hal itu diketahui dari surat laporan Pusat Pelaporan Analis dan Transaksi Keuangan (PPATK) yang diterima Kemenkeu di 2019.

"Empat surat menyangkut saudara RAT (Rafael Alun Trisambodo), 4 surat dari PPATK. Empat-empatnya menyangkut transaksi yang nilainya antara Rp 50-150 juta. Kecil banget dibandingkan sekarang yang terbuka kepada publik," kata Sri Mulyani saat konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Sabtu (11/3).

Angka kekayaan Rafael Alun yang terbongkar ke publik saat ini semakin besar. PPATK telah memblokir 40 rekening terkait Rafael Alun dengan nilai Rp 500 miliar. Padahal berdasarkan LHKPN, Rafael Alun memiliki harta kekayaan Rp 56 miliar.

Rafael Alun Trisambodo tiba untuk penuhi panggilan KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (1/3/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pada kesempatan yang sama, Menkopolhukam Mahfud MD menduga transaksi terkait Rafael Alun tersebut merupakan praktik pencucian uang.

"Tahu enggak sesudah diperiksa ulang semua transaksinya itu, itu ada Rp 500 miliar yang terkait dengan dia, itu yang dilaporkan (LHKPN) Rp 56 miliar," ujar Mahfud.

Mahfud menjelaskan transaksi tidak wajar Rafael Alun itu merupakan dugaan intelijen keuangan dan bukan bukti hukum. Sehingga harus ditindaklanjuti dulu secara hukum.

"Tapi aneh, masak orang gaji sekian lalu punya perusahaan-perusahaan (yang) mungkin tidak beroperasi tapi uangnya banyak," tutur Mahfud.