Kumparan Logo

Terminal BBM dan Depot LPG Panjang Tetap Beroperasi Normal Usai Gempa

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Tallulembang (Kiri) berbincang khusus dengan kumparan. Foto: Dok. Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Tallulembang (Kiri) berbincang khusus dengan kumparan. Foto: Dok. Pertamina

Gempa 7,4 magnitudo yang terjadi di Sumur, Banten, terasa kuat hingga Provinsi Bandar Lampung. Namun, Pertamina memastikan tidak ada gangguan terhadap sarana dan fasilitas operasionalnya.

“Menurut laporan awal, Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) dan Depot LPG Panjang tidak mengalami kerusakan fisik. Operasional kapal di dermaga TBBM Panjang pun saat ini kembali melanjutkan operasionalnya setelah sempat evakuasi saat gempa. Menanggapi peringatan dini tsunami, kami tetap menyiagakan seluruh personel agar waspada dan melihat kondisi terkini,” ujar Region Manager Communication & CSR Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/8).

Selain milik Pertamina, sarana fasilitas mitra lembaga penyalur seperti SPBU, SPPBE, agen, dan Pangkalan LPG juga dalam kondisi aman dan tetap melakukan operasional secara normal. Meski demikian, seluruh mitra lembaga penyalur sudah diingatkan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi mengenai efek gempa dan peringatan tsunami.

Petugas mengisi BBM ke mobil tangki untuk didistribusikan ke sejumlah daerah pedalaman di Terminal BBM Nabire di Papua, Selasa (27/11/2018). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Melihat besarnya skala gempa, Pertamina juga melakukan pengecekan terhadap sarana fasilitas yang berada di Bengkulu. Posisi TBBM Pulau Baai dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Fatmawati Soekarno yang berada di pesisir juga diingatkan untuk selalu waspada.

“Efek gempa mungkin tidak terlalu besar dan kondisi sarfas (sarana fasilitas) tidak terganggu. Namun teman-teman di Bengkulu tetap waspada potensi tsunami,” imbuhnya.

Saat ini Pertamina terus melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh sarfasnya untuk memastikan operasional distribusi energi tetap berjalan dengan baik.

“Kita terus pantau dan pastikan. Mudah-mudahan tidak ada gempa susulan dan peringatan dini tsunami segera dicabut. Semoga masyarakat Lampung, Bengkulu, dan wilayah terdampak gempa lainnya senantiasa dalam keadaan yang sehat dan tidak ada korban,” tutupnya.

Gempa 7,4 magnitudo terjadi di 147 km Barat Daya Sumur, Banten. Pusat gempa berada di kedalaman 10 km. BMKG mengaktifkan peringatan dini tsunami terkait gempa itu.