Kumparan Logo

Teropong Emiten Sektor Batu Bara Saat Diperebutkan Eropa, Adaro Jadi Jagoan?

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tambang batu bara Indika Energy. Foto: Indika Energy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tambang batu bara Indika Energy. Foto: Indika Energy

Batu bara Indonesia kini jadi rebutan di Eropa. Penyebabnya karena Rusia bakal menyetop ekspornya ke berbagai negara di benua tersebut sehingga pasokan menipis.

Kementerian ESDM menyebut sejumlah negara yang tengah menjajaki pembelian batu bara Indonesia adalah Jerman, Spanyol, Italia, dan Belanda. Pemerintah pun berencana menaikkan produksi batu bara nasional.

Lalu bagaimana prospek perusahaan batu bara tanah air? Khususnya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Analis Mirae Asset Sekuritas Juan Harahap mengatakan, pemerintah Eropa setuju untuk melarang batu bara Rusia mulai Agustus 2022 sebagai bagian dari babak baru sanksi terhadap negara tersebut.

Selain itu, Jepang juga telah mengambil langkah untuk menangguhkan perdagangan baru batu bara Rusia untuk pengguna akhir Jepang.  Selanjutnya, Rusia meningkatkan ketegangan geopolitik dengan lebih lanjut memotong pengiriman gas alam melalui pipa terbesarnya ke Eropa, sebagai sanksi barat yang dikenakan pada Moskow.

"Akibatnya, Eropa mencari cara untuk mengurangi ketergantungannya pada gas alam Rusia dengan memulai kembali pembangkit listrik tenaga batu bara," kata Juan dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (3/7).

Selain itu, menurut dia, negara-negara Uni Eropa memiliki urgensi untuk meningkatkan pasokan mereka untuk meminimalkan ancaman kekurangan energi mengingat musim dingin yang semakin dekat.

"Kami mencatat bahwa pembangunan kapasitas batu bara dapat melambat setelah lebih banyak bank berjanji untuk membuang bahan bakar fosil," sambung Juan.

Adaro Jadi Jagoan?

Namun, Mirae Asset melihat pertumbuhan pembangkit batu bara mungkin tidak akan berbalik dalam waktu dekat terutama di China. China tetap menjadi konsumen batu bara terbesar di dunia dengan dukungan keuangan bank domestik.

Juan menjelaskan, dirinya tetap mempertahankan rekomendasi Overweight kami di sektor batu bara Indonesia karena gangguan pasokan yang berasal dari larangan Rusia dan potensi permintaan.

Sebuah truk pengangkut pasir melintas di area tambang batu bara Adaro, Kalimantan Selatan. Foto: Michael Agustinus/kumparan

Mirae pun menjagokan PT Adaro Energy Tbk (ADRO). sebagai pilihan utama.”Kami lebih memilih ADRO sebagai pilihan utama kami karena pendapatan yang lebih tinggi di 2022F didukung oleh harga batu bara yang menguntungkan ditambah dengan volume penjualan yang lebih tinggi dan diversifikasi ke bisnis non-batu bara," pungkas dia.

Sebelumnya, Chief Financial Officer PT Adaro Energy Indonesia Tbk, Luckman Lie, mengungkapkan saat ini pihaknya sudah mengirim batu bara ke eropa sebanyak 3 kapal. Namun, ia tidak membeberkan negara mana saja yang dituju.

“Pengiriman ke eropa kira-kira sudah 2 sampai 3 kapal. Total sekitar 300 ribu ton,” kata Luckman saat konferensi pers secara virtual, belum lama ini.

Luckman menjelaskan pengiriman tersebut dilakukan hanya karena mulai ada permintaan saja. Ia memastikan belum ada kontrak jangka panjang dengan negara di eropa untuk pengiriman batu bara.

“Jadi penjualan ini penjualan spot, belum ada kontrak komitmen jangka panjang, karena di sana ada permintaan kita masuk sedikit demi sedikit,” terang Luckman.

Sementara itu, Presiden Direktur Adaro, Garibaldi Thohir, menilai ke depan bakal semakin banyak permintaan dari eropa. Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir mengatakan masih tingginya harga batu bara salah satunya memang dipicu perang Rusia dengan Ukraina.

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.