Kumparan Logo

Terowongan Cisumdawu Tak Punya Jalur Evakuasi, Bagaimana Keamanannya?

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proyek Tol Cisumdawu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
zoom-in-whitePerbesar
Proyek Tol Cisumdawu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

Tak lama lagi, Indonesia akan memiliki jalan tol yang dilengkapi dengan terowongan kembar di tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Namun, terowongan dengan panjang 472 meter tersebut ternyata tidak memiliki jalur evakuasi jika terjadi kondisi gawat darurat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan jika jembatan tersebut tetap aman karena dibangun sesuai dengan standar konstruksi di Jepang.

“Karena ini sesuai standar Jepang, panjang 472 meter tidak mewajibkan adanya connecting,” kata Basuki di Sumedang, Jawa Barat, Rabu (26/4).

Proyek Tol Cisumdawu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
zoom-in-whitePerbesar
Proyek Tol Cisumdawu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

Menurut dia, jika terjadi kondisi gawat darurat dengan panjang tersebut, proses evakuasi bisa dilakukan dengan cepat. Bahkan terowongan kembar tersebut tidak masuk dalam kategori terowongan panjang.

Adapun terowongan kembar ini dibangun menembus bukit di Desa Cilengser diameter 14 meter. Saat ini pembangunan terowongan tersebut masih berlangsung.

Terowongan sebelah kiri atau arah utara menuju Sumedang baru terbangun sepanjang 380 meter. Sedangkan terowongan kanan atau arah selatan menuju Cileunyi baru terbangun sepanjang 290 meter.

“Untuk yang kiri mudah-mudahan Agustus bisa tembus. Untuk kanan akhir tahun ini,” ujarnya.