Kumparan Logo

Terpengaruh Permintaan China, Harga Minyak Mentah dan Batu Bara Naik

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara aktivitas tempat penampungan batu bara di tepi Sungai Batanghari, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (20/6/2024). Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara aktivitas tempat penampungan batu bara di tepi Sungai Batanghari, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (20/6/2024). Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Harga minyak mentah naik pada penutupan perdagangan pekan ini, tapi merosot secara mingguan, Minggu (29/9).

Alasannya karena investor mempertimbangkan ekspektasi untuk pasokan global yang lebih tinggi terhadap stimulus baru dari importir minyak mentah utama China.

Mengutip Reuters, Minggu (29/9) harga minyak mentah Brent ditutup naik 38 sen atau 0,53 persen pada USD 71,89 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup naik 51 sen atau 0,75 persen menjadi USD 68,18.

Secara mingguan, Brent turun sekitar 3 persen. Sementara WTI turun sekitar 5 persen.

Batu Bara

Harga batu bara terpantau naik tipis pada penutupan perdagangan Jumat kemarin. Menurut bursa ICE Newcastle (Australia), harga batu bara kontrak pengiriman Oktober 2024 naik 1,30 persen menjadi USD 145,50 per ton.

Tandan buah segar kelapa sawit. Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

CPO

Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) terpantau turun pada penutupan perdagangan Jumat. Menurut Bursa Malaysia, harga CPO turun 0,93 persen menjadi MYR 4.243 per ton.

Nikel

Harga nikel juga terpantau naik pada penutupan perdagangan Jumat. Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) ditutup turun 1,90 persen menjadi USD 16.996 per ton.

Timah

Harga timah terpantau naik pada penutupan perdagangan Jumat. Harga timah berdasarkan LME naik 1,47 persen menjadi USD 32.913 per ton.

instagram embed