Tertekan Harga Daging-Pemasaran, Pemilik Waralaba Wendy's di AS Ajukan Bangkrut

Salah satu pemegang hak waralaba (franchisee) Wendy's terbesar di Amerika Serikat telah mengajukan permohonan bangkrut.
Mengutip Bloomberg, perusahaan menyebut lonjakan harga daging sapi serta penurunan frekuensi dan efektivitas pemasaran merek Wendy's di bawah manajemen lama sebagai pemicu utama tekanan finansial tersebut.
Meritage Hospitality Group Inc. (MHG), yang mengoperasikan 314 gerai Wendy's, satu gerai Bojangles, serta beberapa restoran lainnya, mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 (Chapter 11) pada Kamis.
Perusahaan mencatatkan liabilitas sekitar USD 651 juta dan aset sebesar USD 725,9 juta. MHG memastikan seluruh gerainya akan tetap beroperasi secara normal sembari menjajaki berbagai opsi restrukturisasi bisnis.
Chief Restructuring Officer MHG, Kevin Cleary, dalam pernyataan tertulis di pengadilan pada Sabtu, menyampaikan bahwa perusahaan telah menutup 60 gerai Wendy’s yang berkinerja buruk pada akhir tahun lalu.
Perusahaan berencana untuk terus menutup atau menjual gerai lainnya selama proses Bab 11 berlangsung.
"MHG juga perlu menyelesaikan sengketa pemutusan hubungan waralaba dengan Wendy's Co. yang mengklaim tunggakan royalti dan biaya operasional sebesar USD 147 juta," tulis Bloomberg dikutip Minggu (20/9).
Kebangkrutan franchisee besar ini terjadi di tengah upaya pemulihan kinerja Wendy’s Co. di bawah Chief Executive Officer baru, Bob Wright, yang mulai memimpin awal tahun ini.
MHG mengungkapkan gerai-gerainya juga tertekan oleh kenaikan biaya operasional akibat penyesuaian tarif impor serta penurunan populasi ternak ke level terendah dalam sejarah.
Rata-rata biaya pembelian daging sapi perusahaan tercatat melonjak hampir 19 persen untuk periode tiga bulan yang berakhir pada Juni dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Penjualan Wendy's di gerai-gerai yang telah lama beroperasi mencatatkan penurunan selama enam kuartal berturut-turut, sebuah tren negatif yang diproyeksikan para analis jajak pendapat Bloomberg masih akan berlanjut," lanjut laporan tersebut.
Jaringan restoran cepat saji ini dinilai goyah akibat serangkaian kekeliruan langkah manajemen, termasuk ketergantungan pada diskon besar-besaran dan penawaran harga murah yang gagal menarik pembeli, serta penurunan kualitas produk makanan. MHG menilai 'strategi diskon dalam dan promosi nasional di tingkat merek' menjadi salah satu faktor penekan margin keuntungannya.
Bulan lalu, Wright menarik kembali proyeksi kinerja Wendy's untuk tahun 2026 dan memotong dividen perusahaan demi merumuskan ulang strategi bisnis.
Jaringan restoran yang dikenal dengan patty daging berbentuk persegi ini baru saja kehilangan posisinya sebagai jaringan restoran burger nomor dua di AS, digeser oleh pesaingnya, Burger King (milik Restaurant Brands International Inc.), yang berhasil memulihkan penjualan lewat peremajaan gerai dan pembaruan menu unggulannya, Whopper.
Dalam berkas pengadilannya, MHG menambahkan bahwa operasional perusahaan juga terdampak oleh 'cuaca dingin ekstrem yang tak biasa' akibat fenomena La Niña di wilayah selatan AS, yang mengganggu tingkat penjualan.
Perusahaan ini mengoperasikan gerai di Arkansas, Connecticut, Florida, Georgia, Indiana, Massachusetts, Michigan, Mississippi, Missouri, North Carolina, Ohio, Oklahoma, Tennessee, Texas, dan Virginia.
Berdasarkan dokumen kebangkrutan, Wendy's telah membuat serangkaian kesepakatan dengan MHG sejak November lalu setelah operator restoran tersebut gagal memenuhi kewajiban dalam perjanjian waralaba (default).
MHG menyebutkan pihak Wendy's mengklaim hak atas penagihan tunggakan royalti dan biaya waralaba sebesar USD 27,3 juta, ditambah biaya operasional lain senilai USD 119 juta.
Menanggapi pengajuan Bab 11 oleh MHG, juru bicara Wendy's menyatakan bahwa perusahaan selalu bekerja sama dengan para pemegang hak waralaba yang sedang menghadapi tantangan untuk mengidentifikasi jalan keluar terbaik dan paling berkelanjutan.
"Fokus kami tetap pada pelayanan pelanggan, mendukung sistem waralaba kami, serta memperkuat kesehatan merek dalam jangka panjang," ujar juru bicara tersebut.
MHG telah mengajukan sejumlah permohonan standar ke pengadilan agar tetap dapat membayar gaji karyawan dan menutup biaya operasional rutin selama menjalani proses Bab 11. Perusahaan ini tercatat mempekerjakan sekitar 8.850 karyawan.
Kasus ini terdaftar dengan nama Meritage Hospitality Group Inc., nomor perkara 26-02947, di Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Barat Michigan.
