Teten Masduki Libatkan Koperasi dan Swasta untuk Dorong Kesejahteraan Petani
·waktu baca 3 menit

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap kehadiran swasta atau korporasi besar dapat meningkatkan kesejahteraan para petani. Sehingga para petani dalam lahan sempit nantinya dikumpulkan dan dikelola melalui sistem koperasi.
Hal itu dikatakan Teten saat melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Sejahtera Astra (DSA), yakni di Koperasi Serba Usaha (KSU) Gardu Tani Al Barokah, di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.
"Kenapa kita perlu membangun korporatisasi petani? Kalau kita terus biarkan petani-petani perorangan di dalam skala yang sempit, kesejahteraan peran petani sulit dan negara juga sulit untuk mendapatkan suplai pangan yang stabil baik kualitas maupun kuantitas," kata Teten dalam keterangan resmi, Sabtu (13/11).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Teten meninjau pertanian beras organik sekaligus meresmikan bantuan pengembangan digital smart farming bagi para petani Al Barokah.
Turut hadir bersama Menkop Teten, di antaranya Chief Corporate Affairs Astra, Riza Deliansyah dan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM), Supomo, yang juga menjajaki pemodalan bagi KSU Gardu Tani Al Barokah.
Untuk mendorong korporasi pertanian modern melalui program Digital Smart Farming, nantinya Teten bersama Astra juga menginginkan lahan pertanian di Al Barokah bertambah dari 200 hektar menjadi 1.000 hektar. Caranya dengan mengkonsolidasikan para petani untuk bergabung sehingga luas lahan dibutuhkan bisa tercapai.
"Jadi kita harus mengembangkan model bisnis tadi Corporate Farming dengan mengonsolidasi lahan-lahan petani perorangan, lahan sempit ke dalam koperasi, dalam skala ekonomi," ujar Teten.
Desa Al Barokah merupakan produsen tanaman padi yang dibudidayakan secara alami, bebas dari pestisida beracun dan pupuk kimia sintetis. Produk ini, merupakan produk dari Paguyuban Petani Al Barokah yang dibina secara langsung PT Astra International Lewat program Desa Sejahtera Astra (DSA) sejak tahun 2019.
Di momen yang sama, Astra memberikan bantuan sebesar Rp 200 juta dan alat digital farming senilai Rp 100 juta untuk membantu pengembangan produk dan juga mendorong peningkatan kualitas produk dari DSA Al Barokah.
Dengan bantuan teknologi digital smart farming tersebut, para petani dapat melakukan pemantauan secara langsung melalui aplikasi berbasis android terkait kondisi fisika, kimia dan biologi lahan pertanian. Komponen teknologi ini, antara lain sensor-sensor kelembapan, PH tanah, kualitas air, kecepatan angin, kamera hama dan perkembangan tanaman serta bersumber energi dari matahari atau solar panel.
"Astra berharap berharap dengan beberapa bantuan ini dan juga kita juga bekerja sama dengan LPDB-KUMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), harapannya ke depan pertanian di Desa Al Barokah ini akan lebih maju," kata Riza.
