Kumparan Logo

Teten Masduki: UMKM yang Punya Aset Rp 50 M Bisa IPO

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Hajatan UMKM bersama Grab Indonesia di Tangerang, Minggu (6/8/2023). Foto: Alfadillah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Hajatan UMKM bersama Grab Indonesia di Tangerang, Minggu (6/8/2023). Foto: Alfadillah/kumparan

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menargetkan 10 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) di 2023. Untuk mewujudkan itu, Teten mengatakan pemerintah akan jemput bola agar UMKM segera IPO di tahun ini.

“Ya target kita dengan Bursa Efek Indonesia itu akan jemput bola, target kita 10 tahun ini,” kata Teten saat ditemui di kawasan Tangerang, Minggu (6/8).

Teten mengatakan kriteria UMKM yang dapat masuk di papan akselerasi BEI adalah Usaha Mikro yang memiliki aset Rp 50 miliar. Ia mengatakan saat ini pemerintah tengah membuat inkubator dengan BEI untuk menentukan UMKM yang akan melantai di bursa.

“Karena itu kita dengan BEI kemudian membikin inkubatornya. Kita akan coba jemput bola lalu kita inkubasinya. Pokoknya yang punya nilai aset Rp 50 miliar udah bisa masuk papan akselerasi,” tambah dia.

Teten menyebut sebelum UMKM tersebut melantai di Bursa, pada tahap awal pihaknya akan menyelesaikan penghapusan kredit usaha rakyat (kur) macet di perbankan. Ia menyebut pemerintah berencana menghapus kredit macet UMKM di bawah Rp 500 juta.

embed from external kumparan

“Semuanya pokoknya yang kita tahap pertama KUR dulu yang Rp 500 juta ke bawah,” ungkap Teten.

Teten mengatakan penghapusan kredit macet ini dilakukan agar para UMKM yang ingin mengambil kredit di perbankan tak punya kendala lantaran masih terdaftar sebagai kredit macet.

“Jadi ini saya kira tujuannya untuk supaya para UMKM tidak lagi punya hambatan mengambil kredit perbankan karen masih punya kredit macet. Dari pihak perbankan juga akan memberikan kemudahan,” ungkap Teten.

“Jadi ini dukungan dari pemerintah untuk para umkm supaya mereka lebih mudah mengakses kredit perbankan,” tambah dia.