Kumparan Logo

THR dan Gaji Cair Berbarengan, Waspadai Konsumsi Berlebihan

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi menerima gaji. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menerima gaji. Foto: Shutterstock

Momen cairnya uang Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji secara berbarengan, memang sering jadi hal yang ditunggu-tunggu. Bagaimana tidak, momen langka setiap tahun ini lumayan juga untuk tambahan bayar kebutuhan yang kian membengkak jelang lebaran.

Tapi ingat, inginnya untung jangan sampai buntung sebab tidak mewaspadai konsumsi yang berlebih saat THR dan gaji cair barengan. Lantas, mesti bagaimana?

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno mengatakan, agar pengeluaran terkontrol, maka perlu melakukan perencanaan sesuai skala prioritas. Artinya, penuhi hal penting dan mendesak, alih-alih langsung digunakan untuk keinginan.

Dalam proses itu, ia menyarankan agar memisahkan antara pengeluaran rutin bulanan dan musiman di Ramadhan dan lebaran agar tak saling tumpang tindih.

"Jadi bayarlah pengeluaran rutin bulanan dari gaji bulanan dan bayarlah pengeluaran hari raya dari THR. Sehingga pengeluaran rutin bulanan tidak terganggu karena adanya pengeluaran tambahan hari raya," katanya kepada kumparan, Jumat (10/5).

Ilustrasi THR. Foto: Getty Images

Mike kemudian merinci, kebutuhan bulanan yang bisa segera dipenuhi meliputi belanja dapur harian, transportasi, komunikasi, listrik, air, internet, uang sekolah dan lainnya.

"Sedangkan pengeluaran hari raya sebenarnya hanya ada saat hari raya saja sehingga sifatnya tidak rutin, contoh amal (zakat, infaq, sedekah, hadiah lebaran, angpau lebaran, THR asisten RT yang bekerja pada kita). Lalu ada juga makanan khas lebaran, juga di tambah baju baru," terang dia.

Selain penentuan prioritas, kata Mike, hal penting lain yang tak boleh diabaikan agar tak boros ialah pos pengeluaran hiburan atau rekreasi.

Apalagi, menurutnya, ketika seseorang memutuskan untuk pulang kampung yang otomatis nantinya pengeluaran juga bisa membengkak.

Ilustrasi Uang Rupiah. Foto: Getty Images

"Karena libur cukup panjang biasanya juga ada pengeluaran untuk rekreasi, bagi mereka yang mudik lebaran, tentunya THR perlu di alokasikan untuk dana pulang kampung. Pisahkan ke duanya agar tidak saling memakan, berbelanjalah sesuai dengan uang tunai tersedia," ujarnya.

Intinya, Mike menekankan, uang THR dan gaji mesti digunakan dengan bijak dan dicukupkan sesuai kemampuan. Ia menilai, lebih bagus jika menyisakan untuk tambahan tabungan atau investasi, namun paling tidak jangan sampai minus hingga berbuntut utang kemudian.

"Tidak perlu memaksakan diri berutang untuk berlebaran, agar tidak menuai masalah setelah usai hari raya," pungkasnya.