Kumparan Logo

Tiga Bandara Ditutup, Berikut Rute Garuda Indonesia yang Terdampak

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Darryl Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

PT Garuda Indonesia (Persero) melakukan penyesuaian operasional penerbangan menyusul penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga pukul 13.30 WIB dan Bandara Radin Inten II, Lampung, hingga pukul 14.00 WIB pada Minggu (6/9).

Penutupan bandara ditetapkan melalui pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) sebagai langkah antisipatif terhadap sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi memengaruhi ruang udara dan jalur penerbangan.

Dengan demikian, penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju kedua bandara yang terjadwal selama periode penutupan tersebut tidak dapat dioperasikan.

"Garuda Indonesia mengimbau seluruh penumpang yang memiliki tiket penerbangan hari ini, khususnya dari dan menuju Jakarta serta Lampung, untuk memeriksa status penerbangan secara berkala sebelum berangkat menuju bandara," ujar manajemen Garuda Indonesia dalam keterangannya, Minggu (6/9).

Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta berdampak pada sejumlah penerbangan domestik dan internasional Garuda Indonesia yang menghubungkan Jakarta, di antaranya dengan Denpasar, Palembang, Pekanbaru, Yogyakarta, Banjarmasin, Palu, Manado, Gorontalo, Ternate, Singapura, serta sejumlah destinasi lainnya.

Sementara itu, penutupan Bandara Radin Inten II turut memengaruhi operasional penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Lampung.

"Keselamatan penumpang dan awak pesawat senantiasa menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional Garuda Indonesia," lanjutnya.

Penanganan terhadap penerbangan terdampak dilakukan melalui pembatalan, penundaan, maupun pengalihan penerbangan dengan mempertimbangkan waktu keberangkatan, posisi pesawat, kondisi jalur penerbangan, serta hasil koordinasi dengan otoritas terkait.

Operasional penerbangan akan kembali dilayani secara bertahap setelah masing-masing bandara dinyatakan dapat beroperasi oleh otoritas terkait dan seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi. Proses pemulihan operasional juga akan mempertimbangkan kesiapan pesawat dan awak, posisi armada, serta penataan kembali rotasi penerbangan.

"Garuda Indonesia memahami bahwa kondisi ini dapat memengaruhi rencana perjalanan penumpang. Bagi penumpang terdampak, Garuda Indonesia menyediakan opsi perubahan jadwal perjalanan maupun pengembalian dana sesuai ketentuan yang berlaku," kata manajemen.

Dukungan layanan lainnya juga akan diberikan dengan mempertimbangkan kondisi dan durasi penundaan masing-masing penerbangan. Garuda Indonesia terus memantau perkembangan situasi dan mengkaji langkah mitigasi operasional yang diperlukan, termasuk kemungkinan penyesuaian maupun pengalihan rute penerbangan.

"Berkenaan dengan dinamika operasional ini, Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi kepada seluruh penumpang yang terdampak. Informasi ini merupakan pembaruan per 6 September 2026 pukul 10.30 WIB dan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi," tuturnya.

Penumpang yang memiliki tiket penerbangan hari ini diimbau untuk terus memeriksa status penerbangan sebelum menuju bandara melalui kanal pemesanan tiket yang digunakan, media sosial resmi Garuda Indonesia, atau Contact Center di 0804 1 807 807 dan 021 2351 9999.