Kumparan Logo

TikTok Akan Investasi Rp 149 Triliun ke Indonesia, untuk Apa Saja?

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO TikTok, Shou Zi Chew. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
CEO TikTok, Shou Zi Chew. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Aplikasi video pendek asal China, TikTok mengatakan akan meginvestasikan miliaran dolar Amerika Serikat (AS) di Asia Tenggara selama beberapa tahun ke depan.

Mengutip Reuters, Jumat (16/6), kawasan Asia Tenggara menjadi pasar terbesar TikTok dengan populasi kolektif mencapai 630 juta jiwa. Di mana, setengah dari jumlah itu adalah pengguna TikTok dengan total pengunjung ke aplikasi mencapai 325 juta setiap bulannya.

Meski memiliki jumlah yang besar di aplikasi, tapi bisnis di sektor niaga yakni TikTok Shop diakui masih menghadapi persaingan ketat dari Shopee, Lazada, Alibaba, hingga Tokopedia.

“Kami akan menginvestasikan miliaran dolar AS di Indonesia dan Asia Tenggara selama beberapa tahun ke depan,” kata CEO TikTok Shou Zi Chew seperti dilaporkan Reuters.

TikTok tidak memberikan perincian terkait nilai investasinya itu. Tapi perusahaan mengatakan, investasi akan berkaitan dalam pemberian pelatihan, iklan, dan mendukung UMKM yang ingin bergabung dalam platform TikTok Shop.

CEO TikTok Shou Zi Chew bertemu dengan Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan di Kantor Kemendag, Rabu (16/6). dok, Kemendag.

Sebelumnya Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengatakan, setidaknya TikTok akan menginvestasikan hingga USD 10 miliar di Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat bertemu Mendag, Rabu (14/6) lalu.

Chew juga mengatakan, konten di platformnya ini menjadi lebih beragam karena menambahkan lebih banyak pengguna dan memperluas melampaui iklan ke e-commerce, memungkinkan konsumen untuk membeli barang melalui tautan di aplikasi selama streaming langsung.

Dilaporkan, TikTok memiliki 8.000 karyawan di Asia Tenggara, dan 2 juta pedagang UMKM yang menjual dagangan mereka di platformnya di Indonesia, ekonomi terbesar di kawasan ini, tambahnya.

Transaksi e-commerce di seluruh wilayah mencapai hampir USD 100 miliar tahun lalu, dengan Indonesia menyumbang USD 52 miliar, menurut data dari konsultan Momentum Works.

Fitur baru TikTok ini bikin remaja di bawah umur cuma bisa main TikTok 1 jam sehari. Foto: TikTok

Di mana, TikTok memfasilitasi USD 4,4 miliar transaksi di seluruh Asia Tenggara tahun lalu, naik dari USD 600 juta pada tahun 2021, tetapi masih tertinggal jauh dari penjualan merchandise regional Shopee sebesar USD 48 miliar pada tahun 2022, kata Momentum Works.

Sebelumnya, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan TikTok boleh saja investasi di Indonesia, dengan syarat itu tidak dilakukan untuk alat politik.

"Membuat bisnis yang baik di Indonesia tapi tolong jangan masuk politik," katanya di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Kamis (15/6).

Dia bilang di era digital saat ini, yang paling penting adalah membangun generasi yang lebih maju. Salah satunya dengan teknologi, daripada politik identitas yang menurutnya memecah belah.