Kumparan Logo

TikTok Shop Disuntik Mati, Pedagang Merasa Kena PHK Massal

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TikTok Shop. Foto: farzand01/Shuttersock
zoom-in-whitePerbesar
TikTok Shop. Foto: farzand01/Shuttersock

TikTok secara resmi mengumumkan akan menutup TikTok Shop hari ini, Rabu (4/10) pukul 17.00 WIB. Keputusan tersebut dilakukan sebagai bentuk tunduk atas aturan pemerintah yang melarang media sosial berjualan.

Dennies Soesanto, salah satu pedagang di TikTok Shop, menyayangkan ditutupnya lapak pencariannya itu. Ia selama ini bisa meraup omzet ratusan juta rupiah dari keranjang kuning itu.

Menurut Dennies, informasi soal manajemen TikTok mengikuti keputusan pemerintah juga terlambat diketahui oleh para afiliator dan pedagang.

Sebab, manajemen baru mengirim email ke pukul 16.00 sore pada Selasa (3/10) kemarin.

“Sekitar jam 4 email teruntuk seller yang menunjukkan per tanggal 4 oktober jam 5 (sore) tidak memfasilitasi e-commerce lagi, benar-benar waktunya engga sampai 12 jam kurang lebih, 13 jam-an. Dan tentunya heboh karena kita enggak siap,” kata Dennies kepada kumparan, Rabu (4/10).

Padahal selama ini, menurutnya, pihak TikTok Shop melalui account manager menyampaikan kepada pedagang bahwa TikTok Shop melakukan upaya yang terbaik, namun pengumuman resmi baru diberitahukan kemarin.

“Tidak ada imbauan sama sekali, seller yang punya AM (account manager) orang tiktok bagaimana tentang isu (TikTok Shop ditutup), dijawabnya cuma belum ada info-info lebih lanjut,” tuturnya.

embed from external kumparan

Pendapatan dari TikTok Shop Paling Tinggi

Jika dibandingkan dengan penjualan di e-commerce lain seperti Tokopedia dan Shopee, Dennies mengaku pendapatan yang diraup di TikTok Shop paling tinggi. Sebab, pedagang di TikTok Shop mengutamakan kualitas konten.

“TikTok selama kita kreatif, kelihatan mukanya audience mungkin percaya modal kepercayaan, modal kreativitas, model konten yang bagus. Customer behaviour kita berubah, kita terbiasa belanja online dimulai kalangan muda,” ujar Dennies.

Dennies menilai upaya pemerintah menutup TikTok Shop dianggap sebagai PHK massal bagi para pedagang. Penjual di TikTok Shop kini mulai mengurangi stok penjualan.

“(Dalam) satu bulan mungkin mengurangi stok jadi untung tipis. Bahkan banyak sekali seller bikin studio baru tempat, lalu saya sendiri baru menambah host baru mulai bulan ini,” ceritanya.