Kumparan Logo

Tim Prabowo Beberkan Alasan Anggaran Makan Siang Gratis Rp 71 Triliun di 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden terpilih GIbran Rakabuming Raka, bertemu di Padepokan Garudayaksa, Sabtu (8/6/2024). Foto: Instagram/@prabowo
zoom-in-whitePerbesar
Presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden terpilih GIbran Rakabuming Raka, bertemu di Padepokan Garudayaksa, Sabtu (8/6/2024). Foto: Instagram/@prabowo

Pemerintah memastikan alokasi anggaran program makan siang gratis, yang kemudian diubah menjadi Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi janji kampanye presiden dan wakil presiden terpilih 2024-2029 Prabowo-Gibran, dalam Rancangan APBN 2025 senilai Rp 71 triliun.

Anggota Bidang Keuangan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran, Thomas Djiwandono, mengatakan angka tersebut merupakan kesepakatan antara pemerintah sekarang dan yang akan datang.

"Rp 71 triliun buat kami adalah suatu angka yang sangat baik,” kata Thomas di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Senin (24/6).

Thomas mengungkapkan pihaknya berkomitmen menjalankan program makan siang gratis secara bertahap. Tentunya dengan mengedepankan belanja yang berkualitas.

Anggota Bidang Keuangan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Thomas Djiwandono. Foto: Youtube/ @Kemenkeu RI

“Kuncinya bertahap, tapi juga tentu dengan prinsip belanja yang berkualitas yang tentunya kita ingin mencapai target 100 persen secepat mungkin dengan prinsip bahwa postur fiskal menjadi prinsip utama," ungkap Thomas yang juga keponakan Prabowo Subianto.

Thomas menegaskan pihaknya tidak mungkin menaikkan rasio utang hingga 50 persen untuk membiayai belanja prioritas Prabowo-Gibran.

“Defisit itu terjamin (tidak akan melebar). Kemudian rasio utang terhadap PDB yang mungkin pernah dikatakan sudah kami rencanakan di atas 50 persen dan sebagainya itu tidak mungkin,” kata Thomas.

“Intinya bahwa kami tetap berkomitmen mengenai target-target yang sudah direncanakan pemerintah kini dan akan disepakati DPR nanti,” ujarnya.

instagram embed