Tingkatkan Industri Penunjang Hulu Migas, SKK Migas Adakan Forum Kapnas
·waktu baca 3 menit

SKK Migas menggelar Forum Kapasitas Nasional (Kapnas) wilayah Jawa, Bali, Madura, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) di Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/5). Forum ini mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan industri, khususnya di sektor migas.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menuturkan forum ini memberikan dampak positif kepada industri penunjang hulu migas. “Setelah Forum Kapans diadakan dua tahun berturut-turut sejak 2021, terjadi peningkatan skala bisnis dari skala daerah ke nasional, bahkan internasional,” tutur Dwi dalam sambutannya di Westin Hotel Surabaya, Senin (22/5).
Dia mencontohkan, dampak positif Forum Kapnas bisa dilihat dari sejumlah capaian, antara lain masuknya 64 pabrikan lokal dalam Program Penilaian & Pembinaan Bersama Hulu Migas Tahun 2021 dan 2022, yang diakui oleh Kementerian ESDM dan KKKS sebagai pabrikan berstandar nasional dan internasional. Beberapa di antaranya bahkan telah mendapatkan kontrak dari luar negeri.
“Perusahaan galangan kapal PT Orela Shipyard di Gresik, misalnya, menerima pesanan kapal dari Petronas Indonesia dan perusahaan pelayaran Malaysia, NKA Energy Ventures Sdn Bhd. Ada juga PT Citra Tubindo sebagai pabrikan OCTG di Batam, yang memasok produk ke industri migas berskala internasional,” kata dia.
SKK Migas mencatat adanya kerja sama antara PT Fajar Benua Indopack dan industri migas di Arab Saudi untuk memproduksi rotating produk gasket dan flexible joint.
Selain itu, PT Teknologi Rekaya Katup sebagai pionir produsen katup (valve) lokal sukses mengekspor produknya ke perusahaan EPC di Singapura. Perusahaan ini juga terdaftar sebagai pemasok di beberapa perusahaan migas luar negeri, seperti ADNOC dan Petronas.
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa industri hulu migas tidak hanya menyediakan energi dan menghasilkan penerimaan negara, tetapi juga menjalankan salah satu fungsi strategisnya, yaitu menciptakan multiplier effect bagi sektor lainnya,” ujar Dwi Soetjipto.
Dia menambahkan, Forum Kapnas bertujuan menampilkan industri binaan hulu migas, sekaligus meningkatkan awareness seluruh KKKS agar memaksimalkan penggunaan barang dan jasa dalam negeri.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Yuzaini Bin Md Yusof menjelaskan, pelaksanaan Forum Kapnas memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan pengadaan barang dan jasa industri hulu migas nasional, di mana Tingkat Kandungan Dalam Negeri juga naik melampaui target. Capaian ini membanggakan, dan menjadi yang terbaik dalam 5 tahun terakhir.
“Di sisi lain, kami berharap Forum Kapnas juga bisa berkolaborasi dengan Forum Gas Expo untuk mencari solusi bersama atas beberapa isu energi nasional terkini. Salah satunya adalah terjadinya oversupply gas, khususnya di Jawa Timur yang mencapai 25 persen. Saya yakin Forum Kapnas yang mempertemukan banyak pemangku kepentingan di sektor migas bisa menjadi bagian dari solusinya,” ungkap Yuzaini.
