Tips Bisnis Jalankan Usaha Makanan dan Minuman Saat Pandemi

Bisnis Food & Beverages (F&B) atau makanan dan minuman di tengah pandemi virus corona menjadi salah satu sektor yang bisa tetap berjalan. Tak heran, banyak masyarakat menyasar bisnis tersebut saat ini.
Kondisi itu membuat pengusaha yang sudah bergerak di F&B harus terus berinovasi. Apalagi dalam kondisi new normal tentu ada beberapa perubahan yang harus diadaptasi.
F&B Consultant Bisma Adi Putra mengatakan situasi yang berubah saat ini diibaratkan dengan membuka toko baru. Sehingga harus ada yang disesuaikan. Ia memberikan lima tips bisnis untuk pengusaha F&B yang harus diperhatikan.
“Pertama paling penting adjust menu kalian. Menunya itu sebisa mungkin harus ada yang baru atau di bottom line gue adalah comfort food. Comfort food itu artinya makanan yang familiar dengan orang-orang Indonesia,” kata Bisma saat webinar yang ditayangkan di YouTube digitarasa, Selasa (28/7).
Bisma menjelaskan menu seperti gorengan, rasa asin, manis, daging-dagingan, pakai sambal itu tidak masalah dengan lidah orang Indonesia. Hanya saja, menu yang dijual itu harus dihidangkan dengan baik termasuk penampilan.
“Kedua, itu aktifkan kembali endorsment dan influencer. Jadi, banyak temen kita yang merasa ah gue sudah mencapai level segini nih. Sekarang itu lagi di-restart ulang, karena lagi di-restart ulang perlu approach lagi deketin teman-taman di Instagram, influencer di YouTube,” ujar Bisma.
“Endorse lah. Tapi saran saya endorse-nya jangan cuma ke influencer tapi ke teman-teman kantor juga, emak-emak juga,” tambahnya.
Bisma mengatakan dalam kondisi ini banyak juga yang bekerja dari rumah. Sehingga ia menyarankan mengirim produk yang dijual ke mereka untuk di-review. Langkah ketiga adalah menggencarkan promosi.
“Nomor 3 otomatis promo. Jadi kalian harus bikin promo itu kalau bisa buy one get one atau kombinasi antara makanan sama minuman. Kalau mau lebih spesifik usahain saran gue yang cari yang ada sambalnya sesuatu makanan yang seret jadi beli minum,” terang Bisma.
Strategi selanjutnya yang tak kalah penting adalah mengatur digital marketing. Bisma mengungkapkan mayoritas bisnis F&B memang harus fokus ke digital marketing. Hal itu bisa didapatkan dengan mengikuti webinar dan sebagainya. Sehingga setidaknya bisa mengerti bagaimana desain poster dan sebagainya.
“Terakhir itu sasar komunitas lokal. Kalian banyak-banyak masuk ke grup yang dalamnya pebisnis F&B atau entrepreneur, karena kalau biasanya pebisnis itu isinya itu kita ngerti kendala suka duka sesama pebisnis,” tutur Bisma.
