Tips dari Bos BRI Agar Tak Kena Biaya Cek Saldo dan Tarik Tunai di ATM Link
·waktu baca 2 menit

Per 1 Juni 2021, nasabah BRI, BNI, BTN, dan Mandiri akan dikenakan biaya Rp 2.500 jika ingin cek saldo dan Rp 5.000 untuk tarik tunai per transaksi. Kebijakan ini berlaku di ATM Link yang terintegrasi dengan Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).
Meski begitu, ada cara yang bisa dilakukan agar nasabah bank-bank BUMN tidak kena biaya tersebut. Direktur Utama PT BRI Tbk (Persero) Sunarso mengatakan cara pertama adalah dengan mengecek dan tarik uang di ATM sesuai penerbit kartu.
"Apabila nasabah ingin cek saldo dan tidak dikenakan biaya, ada dua cara. Pertama, kalau kartu debitnya BRI ya ceknya di ATM BRI. Bisa di ATM Link? Bisa (tapi kena biaya)," kata dia dalam konferensi pers kinerja BRI kuartal I 2021, Selasa (25/5).
Agar nasabah tidak terkecoh dengan aturan ini, Sunarso mengaku sudah membicarakan dengan anggota Himbara lainnya yaitu di layar ATM langsung ditampilkan informasi bahwa ATM BRI ini bisa dipakai bersama anggota Himbara.
Cara kedua agar nasabah bank BUMN tidak kena biaya di ATM Link adalah dengan tidak pergi ke ATM tersebut. Artinya, cek saldo atau transaksi dilakukan melalui aplikasi mobile banking atau internet banking.
"Jadi penekanannya, (biaya) ini semua masih lebih murah dibandingkan ATM lain dan masih tetap gratis kalau cek di mesin ATM yang sama dengan kartu penerbit atau ya enggak usah pergi ke ATM, cek saja pakai mobile, misalnya BRI ya BRImo," ujarnya.
Di era pandemi ini, transaksi via m-banking naik signifikan. Karena itu, harapan Sunarso, dengan adanya biaya di ATM Link ini membuat nasabah lebih pilih transaksi dan cek saldo via handphone saja karena bisa dilakukan kapanpun tanpa antre.
