Tips Membangkitkan UMKM Usai Pandemi Corona Berakhir

5 Mei 2020 18:55
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi UMKM. Foto: Dok. BRI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi UMKM. Foto: Dok. BRI
ADVERTISEMENT
Pandemi virus corona menjadikan sebagian bisnis UMKM terpuruk. Meski ada sebagian lainnya justru berkembang pesat akibat menyuplai kebutuhan yang sedang dibutuhkan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Praktisi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Sigit Iko Sugondo mengatakan, pelaku UMKM perlu memperhatikan hal-hal yang akan banyak berubah usai pandemi corona. Mulai dari perilaku konsumen hingga gaya hidup masyarakat.
Lantas, apa tips untuk mengatasi persoalan ini?
Tips pertama, menurut Sigit ialah pelaku UMKM memerlukan kreativitas dan inovasi yang menjadi kunci. Terlebih, durasi pandemi corona tidak dapat diduga secara pasti.
"Tidak panik dan segera melakukan tindakan adaptasi. Tidak terjebak dalam kebiasaan lama, situasi tengah berubah dengan cepat," ujar Sigit dalam diskusi online bertajuk "Jurus Bertahan selama Pandemi COVID-19," Selasa (5/5).
Petugas berjalan di samping kios yang tutup akibat merebaknya virus corona di atas Skybridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
zoom-in-whitePerbesar
Petugas berjalan di samping kios yang tutup akibat merebaknya virus corona di atas Skybridge atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Memahami perubahan perilaku konsumen, menurutnya tak kalah penting. Pasalnya, konsumen sebetulnya tidak menghilang, namun yang terjadi adalah perubahan perilaku.
"Kemungkinan terjadinya penurunan daya beli. Maka carilah peluang pada, apa yang dilakukan konsumen selama di rumah dan apa yang dilakukan saat terjadi pembatasan aktivitas sosial," terang dia.
ADVERTISEMENT
Hal yang tak bisa diabaikan lainnya ialah memastikan cashflow terjaga dengan sehat. Arus kas menjadi unsur paling penting dalam bisnis sehingga pemilik usaha harus mampu mengelola uang tunai secara optimal.
Di sisi lain, pelaku UMKM perlu adaptif merencanakan ulang pendapatan dan pangkas anggaran biaya. Kaji ulang biaya-biaya seperti tunda dan realokasi anggaran kegiatan yang kurang prioritas, direkomendasikan dapat dikurangi, belum mendesak atau dapat ditunda.
"Sedapat mungkin mengubah fix cost menjadi variable cost," ucapnya.
com-Ilustrasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Foto: Dok. BRI
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Foto: Dok. BRI
Selain itu, pelaku UMKM juga bisa mengkaji ulang produk dan layanan yang selama ini telah dijalankan. Masuk kelompok manakah produk dan layanan usaha, bahan kebutuhan pokok, komplementer, substitusi, hobi atau pengisi waktu.
"Lakukan customer profile. Dengan kemungkinan penurunan daya beli, konsumen akan memprioritaskan belanja untuk memenuhi kebutuhan pokok. Pembatasan sosial memerlukan inovasi layanan yang lebih nyaman, cepat, dan aman (safety and security needs)," kata dia.
ADVERTISEMENT
Selain mengoptimalkan komponen pendapatan, UMKM juga harus berkolaborasi atau kerja sama usaha. Ini berguna agar usaha UMKM bisa terus berkembang.
"Mutual trust dan benefit. Meningkatkan efisiensi. Berbagi beban kerja, mendapatkan ide-ide baru, belajar bersama, memperkuat dan memperluas jaringan dan memberdayakan dan tumbuh bersama," pungkasnya.