Tips Memilih dan Menyimpan Alpukat agar Tetap 'Cantik'

Siapa tak suka buah alpukat? Buah hijau dengan tekstur creamy ini menjadi salah satu buah yang dinobatkan sebagai superfood. Selain terdapat kandungan lemak baik dalam alpukat, rasanya juga lezat dan bisa disandingkan dengan jenis sajian apapun.
Misalnya untuk dessert seperti cake, pudding, hingga minuman seperti avocado coffee. Bahkan alpukat juga bisa jadi pilihan menu sarapan, disantap bersama telur rebus setengah matang. Lalu, bagaimana cara memilih dan menyimpan alpukat dengan baik dan benar?
Di pasar modern, kebanyakan alpukat dijual dalam kondisi masih mentah. Pembeli harus jeli melihat fisik luar buah alpukat. Pastikan tidak ada burik atau goresan yang merusak kulitnya.
Alpukat kualitas baik berwarna hijau mengkilat. Tekstur kulitnya juga halus, tidak terlalu berserat. Jika Anda membeli alpukat yang masih mentah, jangan lupa simpan dengan cara yang benar agar alpukat tidak gagal matang.
Simpan alpukat di suhu ruangan. Biarkan alpukat di berada di wadah terbuka dan tidak saling tindih satu sama lain.
Pemilik usaha Avocadron, Karlina Sembiring menyarankan agar alpukat selalu dicek berkala.
“Selalu cek pagi dan sore. Balik posisi alpukat agar matang merata. Karena alpukat memang sedrama itu,” ungkap Karlina kepada kumparan, Minggu (16/6).
Untuk mengetahui alpukat sudah matang, tekan perlahan ke semua sisi. Jika sudah empuk merata, maka alpukat siap santap.
Sedangkan jika Anda berbelanja alpukat di pasar tradisional, tak jarang Anda justru mendapatkan alpukat yang sudah matang. Cara memilihnya sama seperti di atas. Pastikan semua sisi alpukat sudah empuk merata. Tingkat keempukan alpukat juga tidak boleh berlebihan, biasanya jika terlalu empuk, di dalamnya justru busuk.
Alpukat yang matang sempurna kadang juga berubah warna menjadi lebih gelap. Selama kulit luar masih baik, alpukat tersebut layak dibeli.
Nantinya saat akan dikonsumsi, alpukat juga tidak sulit dibelah. Alpukat yang sudah dibuka juga disarankan untuk segera dikonsumsi.
