kumparan
7 April 2019 16:43

TKN: Kalau Prabowo Bisa Atasi Kebocoran Anggaran, Soeharto Tak Tumbang

Prabowo Subianto, Gerakan Elaborasi Rektor Akademisi Alumni & Aktivis Kampus Indonesia di Balai Kartini, Jakarta
Prabowo Subianto saat menghadiri Gerakan Elaborasi Rektor Akademisi Alumni & Aktivis Kampus Indonesia di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (5/4). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, kerap menyoroti kebocoran anggaran. Ia mengklaim pernyataannya dibenarkan oleh KPK yang menyebut pendapatan negara bocor Rp 2.000 triliun per tahun.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal tersebut, Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hendrawan Supratikno, menilai bahwa sebenarnya Prabowo tidak memiliki solusi untuk mengatasi persoalan kebocoran anggaran. Hendrawan berseloroh, Orde Baru tak akan jatuh kalau Prabowo bisa mengatasi kebocoran anggaran.
“Kalau dia tahu solusinya, Pak Harto (Soeharto) tidak akan tumbang. Soalnya, ihwal bocor ini sudah pernah disampaikan besan Soeharto saat itu, Prof Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo,” katanya kepada kumparan, Minggu (7/4).
Ia menyampaikan, selama pemerintahan era Jokowi-JK, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meredam maraknya kebocoran anggaran dan KKN. Adapun beberapa upaya itu misalnya menciptakan tata kelola yang lebih baik, menjamin pengawasan yang terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi.
“Juga penegakan hukum yang lebih tegas, dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan kebijakan publik,” sambungnya.
ADVERTISEMENT
Kata dia, Prabowo hanya sekadar beretorika dan menyalahkan berbagai pihak dalam menyuarakan isu kebocoran anggaran maupun KKN ini.
“Tanpa solusi yang jelas, Prabowo seperti orang yang sedang berilusi. Menyalahkan banyak pihak-pihak asing yang memperoleh keuntungan investasi di Indonesia. Rakyat Indonesia yang mentalnya lembek, elite yang kehilangan moral atau akhlak, dan sebagainya,” tuturnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan