Token Kripto Lokal Banjir Peminat, Ini Saran untuk Investor
·waktu baca 4 menit

Aset kripto berupa token buatan dalam negeri makin banyak diminati investor. Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, menyambut baik segala perkembangan dan inovasi yang terjadi di industri aset kripto dan ekosistem blockchain di Indonesia.
Menurut dia, hal ini mengartikan bahwa perkembangan digital di Tanah Air tak kalah dengan luar negeri. Namun, ia menegaskan masyarakat tak boleh sembarangan dalam membeli token kripto.
“Antusias ini pun juga harus disikapi dengan kehati-hatian. Banyak koin atau token yang bermunculan memanfaatkan hype di tengah masyarakat. Perlu ditekankan, untuk merilis koin atau token yang memiliki standar global itu tidak mudah. Ada proses due diligence yang harus dipenuhi,” kata Teguh kepada kumparan, Kamis (10/2).
Dia melanjutkan, sebuah project kripto yang baik dan benar akan selalu membagikan whitepaper. Hal tersebut sama seperti prospektus di dunia saham, jika ada perusahaan yang akan IPO.
Teguh mengatakan, dalam whitepaper akan dijelaskan tentang proses roadmap ke depan dari aset kripto yang dibuat dan bagaimana proses ke depannya. "Serta harus memastikan likuiditas kripto tersebut sehingga mudah untuk diperjualbelikan,” kata dia.
Teguh menuturkan, aset kripto yang bagus dapat dilihat dari kapitalisasi pasarnya. Karena dengan jumlah kapitalisasi pasar itu juga menunjukkan jumlah investor.
Selain itu, investor harus memiliki pikiran yang terbuka dengan informasi-informasi baru dan melihat bagaimana aset kripto dalam negeri, agar tidak salah berinvestasi nantinya.
"Perlu mempelajari whitepaper-nya, siapa orang-orang dibalik pembuatan aset kripto tersebut, kapan dibuatnya, apa tujuannya, bagaimana potensi dan prospek ke depannya, apakah akan ada event atau pengembangan ke depannya," jelas dia.
Teguh memperkirakan, pada tahun ini akan banyak bermunculan token kripto buatan dalam negeri, tetapi hanya beberapa yang akan bertahan karena memiliki kriteria.
Dia menambahkan, aset kripto sangat bergantung pada utilitas atau fungsi, maka para developer tersebut akan menghadapi persaingan yang ketat bukan hanya di kancah lokal namun juga di luar negeri.
“Maka saya rasa ini merupakan PR besar bagi para developer yang mungkin akan terjun untuk membuat token kripto lokal. Karena nilai dari suatu aset kripto akan bergantung dari kegunaan token itu sendiri dan tentu ini akan mempengaruhi jumlah penggunanya nantinya,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu platform jual beli dan investasi aset kripto berbasis mobile di Indonesia, Pintu, memiliki Pintu Token (PTU). Jeth Soetoyo, Founder & CEO Pintu mengungkapkan, hadirnya PTU sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk meningkatkan adopsi aset kripto di Indonesia.
“Pertumbuhan ini tidak terlepas dari peran masyarakat yang memercayakan Pintu sebagai platform untuk memulai berinvestasi aset crypto. Kepercayaan tersebut kami buktikan melalui hadirnya PTU Token untuk menambah pilihan investasi aset kripto masyarakat Indonesia," kata Jeth.
PTU merupakan token investasi aset kripto yang berorientasi untuk mendukung pengembangan ekosistem aplikasi Pintu dan menawarkan pilihan manfaat investasi. Tersedianya PTU di aplikasi Pintu memberikan banyak manfaat bagi pengguna, mulai dari imbalan program referral, memperoleh sejumlah kuota untuk mengirim aset crypto lewat blockchain yang didukung oleh Pintu secara gratis, dan pemegang PTU juga akan mendapatkan berbagai bonus khusus dari kampanye-kampanye yang diadakan oleh aplikasi Pintu.
“PTU dibangun di atas ekosistem Ethereum blockchain dan menggunakan standar ERC-20 dengan total suplai maksimal token yang beredar sebanyak 300 juta. Dengan tersedianya PTU, kami berharap dapat memperkuat komunitas pengguna aplikasi PINTU dengan menyediakan manfaat-manfaat yang telah disebut di atas, sekaligus memberikan nilai serta manfaat juga kepada semua pemangku kepentingan yang terkait," jelasnya.
Aplikasi Pintu telah terdaftar dan memiliki lisensi secara resmi serta diawasi langsung oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Saat ini, aplikasi Pintu telah digunakan lebih dari satu juta pengguna dan menghadirkan lebih dari 30 aset kripto yang diperdagangkan.
“Hadirnya PTU semakin melengkapi berbagai layanan aset kripto yang dimiliki oleh Pintu. PTU memiliki roadmap pengembangan yang matang dan mengedepankan inovasi," tambahnya.
