Toko Rambut Wig di Mangga Dua Sepi Pengunjung, Omzet Pedagang Anjlok

Natal dan Tahun Baru biasanya menjadi momen paling menguntungkan bagi para pedagang. Mereka biasanya mampu meraup pendapatan berlipat ganda.
Namun hal ini tidak dirasakan para pedagang rambut wig di kawasan ITC Mangga Dua, Jakarta Pusat. Penjualan mereka justru anjlok saat mendekati momen Natal dan Tahun Baru.
"Biasanya banyak itu kan kata orang-orang cari sanggul buat ke gereja-gereja atau hair clip buat tambahan. Biasanya lebih ramai kalau Natal dan Imlek,” kata salah seorang penjual di Toko Pink Wig, Irma (34), kepada kumparan (kumparan.com), Sabtu (23/12).
Sambil berdiri santai, Irma mengungkapkan bila penjualan rambut wig saat momen Natal tahun ini relatif sepi. Pada tahun lalu, rata-rata setiap harinya dia mampu melayani paling sedikit 9 orang pembeli dengan nilai transaksi mencapai Rp 8 juta-Rp 10 juta. Sekarang tidak sampai setengahnya.

"Sekarang mah sepi. Kalau hari-hari biasa mah enggak banyak juga, toko-toko di bawah saja yang ambil," keluhnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Rota (22), salah satu pedagang di Toko Anastasia Wig. Sejak pagi tadi sampai sore ini, dia hanya melayani 3 orang pembeli. Nilai transaksi pembelian hanya Rp 2 juta.
"Sampai saat ini dapat Rp 2 juta-an. Itu 2 sampai 3 orang saja," ujarnya Rota.
Kawasan ITC Mangga Dua memang dikenal sebagai pusat penjualan rambut wig terbesar di DKI Jakarta. Di tempat ini, puluhan penjual menawarkan berbagai macam jenis wig mulai dari sanggul dan hair clip dengan sistem grosiran dan satuan. Rambut wig yang ditawarkan ada yang dibuat dari rambut asli dan bahan sintesis.
