Tokopedia Dikabarkan Akan PHK 450 Karyawan, Menaker Belum Terima Laporan

13 Juni 2024 17:23 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. Foto: Dok. Kemnaker
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. Foto: Dok. Kemnaker
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Induk usaha TikTok, ByteDance Ltd, akan memangkas atau PHK sekitar 450 pekerja Tokopedia. Mengutip Bloomberg, Kamis (13/6), pengurangan karyawan ByteDance ini setara dengan 9 persen dari karyawan di perusahaan tersebut yang dimulai pada Juni 2024.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengaku belum ada kabar mengenai PHK karyawan di Tokopedia.
"Belum ada laporan," kata Ida usai rapat bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (13/6).
Meski demikian, Ida mendorong kepada semua perusahan agar keputusan PHK ini menjadi jalan yang paling terakhir. Ida juga menekankan kepada perusahaan untuk meminimalisasi terjadinya PHK yaitu dengan efisiensi dan dialog sosial antara buruh dan pengusaha untuk mencari solusi.
"Upaya lain kita minta untuk terus dilakukan efisiensi kemudian mengedepankan dialog itu tetap kita dorong dan tidak sedikit perusahaan yang akan ada tanda-tanda mengalami PHK mereka konsultasi baik manajemennya maupun yang mewakili pekerjaan dan Alhamdulillah berakhir dengan kesepakatan dan tidak jadi melakukan PHK," ujar Ida
ADVERTISEMENT
Logo Tokopedia di Tokopedia Care cabang Puri Kembangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Foto: Astrid Rahadiani Putri/kumparan
Jika upaya tersebut tidak berhasil, Ida meminta kepada perusahaan yang melakukan PHK untuk tetap memenuhi peraturan perundang-undang yaitu memenuhi hak karyawan.
"Nah jika terpaksa harus dilakukan PHK maka kita minta dipastikan hak-hak pekerja diberikan sesuai dengan peraturan perundangan," ujarnya
Berdasarkan informasi dari Bloomberg, ByteDance mengurangi staf di seluruh tim e-commerce, termasuk periklanan dan operasional, sebagian untuk menghilangkan fungsi yang ganda.
Adapun saat ini TikTok Shop dan Tokopedia, bisnis e-commerce ByteDance di Indonesia memiliki sekitar 5.000 karyawan.
PHK tersebut menandakan raksasa media sosial asal Tiongkok itu sedang melakukan perombakan terhadap operasi e-commerce di Indonesia.
“Berupaya menghilangkan biaya setelah menggunakan TikTok Shop dengan Tokopedia milik GoTo Group dalam kesepakatan USD 1,5 miliar,” tulis Bloomberg.
ADVERTISEMENT