Kumparan Logo

Tokopedia: Tak Ada Perpindahan Aplikasi, Konsumen Tetap Check Out di TikTok Shop

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TikTok Shop. Foto: farzand01/Shuttersock
zoom-in-whitePerbesar
TikTok Shop. Foto: farzand01/Shuttersock

Tokopedia buka suara terkait mekanisme transaksi di laman TikTok Shop yang terpantau masih dalam aplikasi yang sama. Padahal, keduanya sudah menjalin kerja sama.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyebut hal tersebut karena TikTok Shop masih dalam uji coba selama 3-4 bulan. Namun, Head of Communication Tokopedia Aditia Nelwan mengatakan, nantinya tidak akan ada perpindahan aplikasi dalam transaksi di TikTok Shop. Konsumen tetap bisa check out di keranjang kuning TikTok Shop.

“Jadi memang untuk ini kita sangat mengutamakan kenyamanan pengguna, jadi kalau kita lihat juga, kita menghindari pengguna itu berpindah aplikasi atau jump app, mungkin pernah mau bayar ini tiba-tiba ada aplikasi lain masuk, check out-nya tuh masih akan di situ juga sama,” kata Aditia dalam acara ngobrol santai dengan seller Tiktok dan Tokopedia terkait program Beli Lokal di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (21/12).

Kendati demikian, Aditia memastikan, setelah proses transisi ini rampung, Tokopedia akan terlibat dalam sistem pembayaran transaksi di Tiktok Shop. Namun hal ini akan dilakukan secara seemless atau di belakang layar, sehingga tidak akan disadari oleh pembeli.

“Tapi nantinya, memang sistemnya yang memproses pembayarannya, yang transaksinya itu ada di kami (di Tokopedia). Walaupun pelanggan merasa gak ada perpindahan, tapi memang itu tujuannya memang untuk orang tetap nyaman untuk belanja. Tapi di back end-nya (atau) di sistem belakangnya itu akan di Tokopedia, dan ini juga butuh waktu,” jelas Aditia.

instagram embed

Ke depannya, lanjut Aditia, TikTok hanya akan jadi media untuk mengakses toko tanpa melayani proses transaksi. Sedangkan proses pembayaran akan dilanjutkan di sistem Tokopedia, meskipun hal ini terjadi di belakang layar.

Aditia mencontohkan proses tersebut hampir sama dengan saat pembuatan akun bank melalui aplikasi di ponsel, pengunggahan identitas data diri melibatkan pencocokan data pendaftar dengan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

“Jadi memang journey-nya itu di etalase dan pencarian akan di situ (TikTok), tapi nanti begitu masuk ke transaksi segala macem ada di sistem kami, walaupun di depannya itu tidak ada perubahan. Jadi memang sistem back-end lah istilahnya,” tutup Aditia.

Dalam catatan kumparan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara soal belum berubahnya mekanisme jual beli di TikTok. Padahal TikTok telah menggandeng Tokopedia.

Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, saat ini TikTok bersama Tokopedia masih melakukan serangkaian uji coba, termasuk proses transisi mekanisme penjualan. “Sekarang lagi migrasi, lagi dicoba, baru mulai, namanya juga uji coba,” kata Zulhas di Tokopedia Tower, Jakarta Selatan pada Selasa (12/12).

Senada dengan Zulhas, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Isy Karim juga mengatakan saat ini kerja sama antara TikTok dengan Tokopedia masih dalam tahap uji coba.

“(Selama) 3-4 bulan ini kita pantau lagi prosesnya. Tetap mereka harus patuh sama aturan. Baru nanti tiga sampai empat bulan semua transaksi di e-commercenya yakni Tokopedia,” kata Isy di Tokopedia Tower, Jakarta Selatan pada Selasa (12/12).