Tony Wenas soal Divestasi 12 Persen Saham Freeport: Masih Didiskusikan

2 Oktober 2025 15:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tony Wenas soal Divestasi 12 Persen Saham Freeport: Masih Didiskusikan
Presdir PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menegaskan kesepakatan divestasi 12 persen oleh perusahaan Induk Freeport di AS masih dalam tahap diskusi.
kumparanBISNIS
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas ditemui di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta Selatan pada Kamis (2/10/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas ditemui di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta Selatan pada Kamis (2/10/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
ADVERTISEMENT
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menjelaskan kesepakatan pelepasan saham 12 persen dari Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc ke Indonesia masih dalam tahap diskusi.
ADVERTISEMENT
“Itu kan masih didiskusikan, kalau divestasi kan yang divestasi Freeport McMoran nya,” kata Tony ditemui di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta Selatan pada Kamis (2/10).
Terkait kesepakatan divestasi saham 12 persen kepada Indonesia sebelumnya disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan, pada Rabu (1/10).
Rosan mengatakan kesepakatan ini dicapai usai dirinya bertemu dengan CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson dan Presiden sekaligus pemilik perusahaan Kathleen L. Quirk dalam kunjungan ke Amerika Serikat.
Rosan juga menyebut kesepakatan itu dilakukan tanpa biaya berkat adanya seni bernegosiasi.
“Ya itu art of negotiation,” kata Rosan ketika ditanya mengapa Freeport mau melepas sahamnya secara cuma-cuma, saat ditemui di Kantor Kementerian Investasi, Jakarta Selatan, Rabu (1/10).
Ia menuturkan jika tidak diberikan secara cuma-cuma, maka nilai dari 12 persen saham yang dilepas sangat besar. Karena itu, negosiasi dilakukan dengan intens.
ADVERTISEMENT
Selain melepas saham 12 persen, Rosan juga menyebut Freeport akan membangun dua sekolah serta fasilitas kesehatan untuk masyarakat Papua.
Divestasi ini merupakan salah satu syarat bagi Freeport untuk memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Operasi Produksi hingga 2041.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, hasil divestasi akan dialokasikan sebagian kepada BUMD Papua. Dengan langkah ini, kepemilikan pemerintah di PT Freeport Indonesia (PTFI) akan meningkat dari 51 persen menjadi 63 persen pada 2041.