Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.96.0
Total Transaksi Aset Kripto Capai Rp 650,6 T Sepanjang 2024, Naik 335 Persen
5 Februari 2025 18:04 WIB
·
waktu baca 3 menitADVERTISEMENT
Industri aset kripto di Indonesia mencatatkan total transaksi mencapai Rp 650,61 triliun sepanjang 2024. Angka ini meningkat 335 persen atau hampir empat kali lipatnya dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp 149,25 triliun.
ADVERTISEMENT
Salah satu platform perdagangan aset kripto di Indonesia, Indodax, mencatatkan volume transaksi tertinggi, dengan total mencapai sekitar Rp 133 triliun selama 2024, yang menyumbang sekitar 20,5 persen dari total transaksi nasional. CEO Indodax, Oscar Darmawan, mengatakan kenaikan transaksi aset kripto menjadi indikator kuat bahwa sektor ini mendapatkan kepercayaan luas dari para investor, baik individu maupun institusi.
"Meningkatnya jumlah pengguna dan transaksi yang tercatat sepanjang tahun 2024 juga mencerminkan kemajuan signifikan dalam hal adopsi kripto oleh masyarakat," ujar Oscar dalam keterangannya, Rabu (5/1).
Selain itu, ia menilai pertumbuhan transaksi menunjukkan bahwa aset kripto telah berkembang menjadi pilihan investasi dipercaya. "Kami melihat pertumbuhan ini sebagai sinyal positif bahwa masyarakat semakin memahami potensi aset kripto sebagai alternatif investasi yang menarik," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, Oscar juga menekankan pentingnya kebijakan yang lebih mendukung industri kripto, termasuk penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi aset kripto. Menurutnya, kebijakan ini akan mendorong volume transaksi yang lebih besar dan berpotensi meningkatkan penerimaan pajak negara dua hingga tiga kali lipat dari angka saat ini.
"Dengan menghapus PPN pada kripto, transaksi di Indonesia akan berkembang pesat, memungkinkan masyarakat berinvestasi dan bertransaksi dengan lebih leluasa, yang pada akhirnya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital berbasis aset kripto," ujar Oscar.
Lebih lanjut, Oscar membandingkan aset kripto dengan instrumen keuangan lain yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan umumnya tidak dikenakan PPN.
"Kami berharap kripto mendapatkan perlakuan serupa agar industri ini bisa berkembang lebih pesat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Indonesia," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, faktor-faktor eksternal, seperti lonjakan harga Bitcoin dan aset digital lainnya, turut memperkuat daya tarik sektor kripto. Fluktuasi harga yang dinamis selama tahun 2024 menarik lebih banyak investor yang ingin memanfaatkan volatilitas pasar untuk mendapatkan keuntungan. Adopsi aset digital oleh perusahaan besar dan institusi keuangan global juga memainkan peran penting dalam mendorong kepercayaan masyarakat terhadap kripto sebagai aset yang sah dan menguntungkan.
Oscar menambahkan, penguatan regulasi menjadi elemen kunci dalam mempercepat perkembangan kripto di Indonesia. "Regulasi yang jelas dan terstruktur memberikan rasa aman bagi para investor dan membangun fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan industri ini. Kami selalu berkomitmen untuk mematuhi peraturan yang ada dan terus mendukung pengembangan regulasi yang mendukung ekosistem kripto," tambah Oscar.
ADVERTISEMENT
Selain pertumbuhan signifikan dalam volume transaksi, semakin banyaknya perusahaan dan institusi yang bergabung dalam pasar kripto dinilai turut mendorong peningkatan adopsi. Menurut Oscar, hal tersebut menunjukkan bahwa sektor ini semakin diterima sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital yang lebih luas.
"Kami percaya bahwa kripto tidak hanya sebagai instrumen investasi jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari masa depan aset digital Indonesia. Dengan meningkatnya adopsi dan pemahaman masyarakat, industri ini akan terus berkontribusi pada transformasi digital yang lebih besar," tutup Oscar.
Live Update