Total Utang Garuda Indonesia Sudah Capai Rp 138 T, Bagaimana Jalan Keluarnya?
·waktu baca 2 menit

Total utang PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sudah mencapai USD 9,78 miliar atau setara dengan Rp 138,87 triliun (kurs dolar Rp 14.200). Demikian tertulis dalam materi yang dipaparkan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (9/11).
Untuk menyehatkan keuangannya, Garuda harus melakukan sejumlah langkah, salah satunya pembatalan nilai utang dan tunggakan secara material.
Dengan langkah tersebut, total utang Garuda ditargetkan dapat turun dari USD 9,78 miliar menjadi USD 3,69 miliar.
Berikut rencana Garuda memperlakukan utang ke masing-masing tipe kreditur:
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 8 data
Kreditur | Perlakuan | Pengurangan Utang (%) |
|---|---|---|
Utang Pajak dan Karyawan | Dilunasi secara bertahap | 0% |
Kreditur Secured (EDC) | Melalui collateral settlement | 0% |
OWK | Dikonversi menjadi ekuitas | 0% |
Himbara, Pertamina, Airnav & Gapura | ZCB yang diterbitkan oleh Garuda | 70-85% |
Sukuk, KIK EBA, LPEI dan
Bank Swasta | New Coupon Debt dan ekuitas di Garuda | 70-85% |
AP 1, AP 2 & Vendor Usaha Lainnya | New Coupon Debt dan ekuitas di Garuda | 70-85% |
Tunggakan & Klaim Kerusahan Lessors | New Coupon Debt dan ekuitas di Garuda | 70-85% |
Pembelian Pesawat yang Dibatalkan | New Coupon Debt dan ekuitas di Garuda | 70-85% |
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan utang Garuda Indonesia yang sedang dinegosiasikan mencapai USD 7 miliar atau setara dengan Rp 99 triliun.
Dia menyebut besarnya utang Garuda Indonesia yang tengah dinegosiasikan ke para lessor karena mahalnya biaya sewa pesawat. Belum lagi ada kasus korupsi di tubuh Garuda Indonesia.
"Upaya restrukturisasi terus berjalan. Negosiasi utang-utang Garuda yang mencapai USD 7 miliar karena leasing cost termahal yang mencapai 26 persen dan juga korupsi. Lagi dinegosiasikan dengan para lessor," kata Erick di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (4/11).
Erick menegaskan tetap berusaha membuka opsi-opsi lain untuk bisa membantu pemulihan di BUMN penerbangan itu. Salah satunya menggandeng maskapai internasional Emirates untuk memperkuat penerbangan domestik.
