Total Utang Garuda Indonesia Sudah Capai Rp 138 T, Bagaimana Jalan Keluarnya?

10 November 2021 7:27
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Total Utang Garuda Indonesia Sudah Capai Rp 138 T, Bagaimana Jalan Keluarnya? (465146)
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Garuda Indonesia Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Total utang PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sudah mencapai USD 9,78 miliar atau setara dengan Rp 138,87 triliun (kurs dolar Rp 14.200). Demikian tertulis dalam materi yang dipaparkan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (9/11).
ADVERTISEMENT
Untuk menyehatkan keuangannya, Garuda harus melakukan sejumlah langkah, salah satunya pembatalan nilai utang dan tunggakan secara material.
Dengan langkah tersebut, total utang Garuda ditargetkan dapat turun dari USD 9,78 miliar menjadi USD 3,69 miliar.
Berikut rencana Garuda memperlakukan utang ke masing-masing tipe kreditur:
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kreditur
Perlakuan
Pengurangan Utang (%)
Utang Pajak dan Karyawan
Dilunasi secara bertahap
0%
Kreditur Secured (EDC)
Melalui collateral settlement
0%
OWK
Dikonversi menjadi ekuitas
0%
Himbara, Pertamina, Airnav & Gapura
ZCB yang diterbitkan oleh Garuda
70-85%
Sukuk, KIK EBA, LPEI dan Bank Swasta
New Coupon Debt dan ekuitas di Garuda
70-85%
AP 1, AP 2 & Vendor Usaha Lainnya
New Coupon Debt dan ekuitas di Garuda
70-85%
Tunggakan & Klaim Kerusahan Lessors
New Coupon Debt dan ekuitas di Garuda
70-85%
Pembelian Pesawat yang Dibatalkan
New Coupon Debt dan ekuitas di Garuda
70-85%
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan utang Garuda Indonesia yang sedang dinegosiasikan mencapai USD 7 miliar atau setara dengan Rp 99 triliun.
Dia menyebut besarnya utang Garuda Indonesia yang tengah dinegosiasikan ke para lessor karena mahalnya biaya sewa pesawat. Belum lagi ada kasus korupsi di tubuh Garuda Indonesia.
"Upaya restrukturisasi terus berjalan. Negosiasi utang-utang Garuda yang mencapai USD 7 miliar karena leasing cost termahal yang mencapai 26 persen dan juga korupsi. Lagi dinegosiasikan dengan para lessor," kata Erick di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (4/11).
ADVERTISEMENT
Erick menegaskan tetap berusaha membuka opsi-opsi lain untuk bisa membantu pemulihan di BUMN penerbangan itu. Salah satunya menggandeng maskapai internasional Emirates untuk memperkuat penerbangan domestik.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020