Kumparan Logo

TPN Ganjar-Mahfud Kritik Program Food Estate: Potensi Kelautan RI Lebih Besar

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paslon nomor urut 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menyampaikan gagasannya pada acara Paku Integritas KPK di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Paslon nomor urut 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menyampaikan gagasannya pada acara Paku Integritas KPK di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Alexander Sonny Keraf, membeberkan visi misi paslon Capres Cawapres nomor urut 3 yang didukungnya perihal isu kelautan dan keberlanjutan.

Mantan Menteri Lingkungan Hidup tersebut mengkritik langkah pemerintahan saat ini yang membesut program food estate di Kalimantan. Padahal menurutnya, masih banyak potensi alam di Kalimantan dengan hutan rimbun dan potensi air tawar yang dapat dimanfaatkan. Bahkan potensi lobster dan kepiting di sana pun menurutnya layak dilirik.

“Tapi kita belum mengkapitalisasi itu, karena konsentrasi kita hanya pada pertanian, hanya pada food estate, dan kita lupa ada potensi lain yang belum kita kembangkan untuk kemajuan ekonomi Indonesia dan untuk pemerataan,” kata Sonny dalam diskusi secara daring bersama dengan Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) tentang Kelautan pada Jumat (2/2).

Menurut dia, pemerintahan selanjutnya harus menaruh perhatian besar terhadap strong sustainability yang tidak hanya mencakup ekonomi berkelanjutan atau economic sustainability, tapi juga ekonlogi berkelanjutan atau ecology sustainability.

“Budaya kita budaya pesisir, budaya maritim dengan segala kearifan lokalnya harus kita jaga, harus kita lestarikan. Saya sepakat strong sustainability harus menjadi paradigma kita dan saya kira Pak Ganjar-Mahfud sudah mencantumkan itu,” jelas Sonny.

instagram embed

Selain itu, Sonny menyebut Ganjar-Mahfud juga melirik deforestasi mangrove dan juga rehabilitasinya, memperluas kawasan mangrove, memperluas kawasan konservasi laut dan perairan, melaksanakan kebijakan penangkapan ikan yang tidak overfishing atau penangkapan ikan secara berlebihan.

Selanjutnya, pasangan capres cawapres 03 juga akan merevitalisasi peraturan tentang rencana tata ruang laut nasional, mengatasi pencemaran laut, termasuk juga sampah laut, mengembangkan hitungan neraca sumber daya alam laut sebagai indikator keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan sumber daya alam (SDA).

Hal-hal tersebut dilakukan seiring dengan melakukan pemetaan dan pembuatan sistem pendataan sumber daya alam laut, sehingga penangkapan ikan dilakukan secara sustainable.

“Bu Susi telah menenggelamkan berbagai kapal asing, tapi mohon maaf, kritik kami adalah dia tidak membangun industri perikanan dalam negeri yang tidak banyak investor tapi pelaut-pelaut. Sehingga pemerataan itu terjadi secepat dalam peluang ekonomi,” sindir Sonny.

Menurutnya, pemerintahan sebelumnya terlalu terlena dengan gelontoran penanaman modal dari investor besar untuk mengembangkan SDA. Sebaliknya, Sonny menyebut pihaknya ingin menaruh perhatian pada pelaut dalam negeri untuk mengisi ruang-ruang industri perikanan.

“Bukan menunggu investor besar mengembangkan SDA kita, baru ada tetesan ke bawah. Tidak. Paradigma ini yang betul-betul ingin kami wujudkan,” tutup Sonny.