Kumparan Logo

Transaksi E-Commerce Bakal Melonjak, Platform Siapkan Langkah Lindungi Konsumen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Belanja Online. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Belanja Online. Foto: Shutterstock

Lonjakan perdagangan elektronik atau e-commerce di Indonesia yang dipengaruhi oleh pandemi diperkirakan akan terus berlanjut. Nilai transaksi bruto e-commerce tersebut diperkirakan meningkat 128 persen hingga mencapai USD 98 miliar sejak tahun 2023 sampai 2026.

Proyeksi nilai transaksi e-commerce Indonesia diperkirakan akan melampaui negara-negara tetangga seperti Vietnam (USD 33 miliar), Thailand (USD 26 miliar), dan Filipina (USD 17 miliar) pada tahun 2026.

Hasil proyeksi ini muncul dalam laporan International Data Corporation (IDC) terbaru yang dikeluarkan platform pembayaran terkemuka 2C2P dan Merchant Risk Council (MRC), asosiasi keanggotaan global untuk praktisi pembayaran dan pencegahan transaksi penipuan.

"Seiring dengan pertumbuhan e-commerce dan metode pembayaran yang beragam, kami perlu terus menyempurnakan langkah-langkah pencegahan dan mengimplementasikan pembaruan secara berkala untuk memitigasi ancaman terbaru guna melindungi merchant dan konsumen," ujar Country Head 2C2P Indonesia Adi Nugroho di Kembang Goela Restaurant Jakarta, Selasa (21/3).

Country Head 2C2P Indonesia Adi Nugroho di Kembang Goela Restaurant, Selasa (21/3/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Menurut Adi, 2C2P berada di posisi yang tepat untuk memperluas lanskap pembayaran digital Indonesia dan mendukung bisnis-bisnis papan atas yang memiliki rencana memperluas pasar konsumen secara global, serta membantu perusahaan menyediakan solusi pembayaran mereka lebih cepat dari sebelumnya pasca pandemi.

Dengan adanya proyeksi tersebut, 2C2P Indonesia mengambil sikap untuk terus memperkuat komitmen guna melindungi merchant dan juga konsumen. Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan dengan memperkuat tim kepemimpinan di Indonesia untuk memperluas dan melokalkan kapabilitas penjualan, produk dan jaringan di seluruh Nusantara.

"Dengan jumlah penduduk yang besar dan berkembang pesatnya transaksi online, Indonesia telah muncul sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital. Seiring dengan semakin ketatnya persaingan di pasar e-commerce Indonesia, bisnis online harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan perilaku konsumen sekaligus memproteksi diri dari ancaman kejahatan dunia maya," kata CEO MRC Julie Fergerson dalam keterangan tertulis.

Pertumbuhan belanja online menunjukkan dompet seluler memainkan peran penting dalam memfasilitasi transaksi online. Menurut IDC InfoBrief “Cara Asia Tenggara Bertransaksi di Tahun 2022: Peluang, Konektivitas dan RIsiko Baru”, tercatat lebih dari satu juta pengguna baru dari dompet seluler setiap bulannya di Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya tingkat pertumbuhan yang signifikan di pasar Asia Tenggara.