Kumparan Logo

Transaksi QRIS Melesat 154,86 Persen pada April 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung memindai kode pembayaran digital saat sosialisasi penggunaan QRIS Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) pada gelaran pasar murah di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (21/2/2025). Foto: ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung memindai kode pembayaran digital saat sosialisasi penggunaan QRIS Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (KPw BI Kepri) pada gelaran pasar murah di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (21/2/2025). Foto: ANTARA FOTO/Teguh Prihatna

Transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencatatkan lonjakan signifikan pada April 2025.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, pertumbuhan volume transaksi QRIS mencapai 154,86 persen secara tahunan (year on year/yoy), seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna dan merchant.

“Volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap tumbuh tinggi sebesar 154,86 persen (yoy) didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant,” ujar Perry dalam konferensi pers, Rabu (21/5).

Pertumbuhan pesat QRIS menjadi sorotan dalam laporan kinerja ekonomi dan keuangan digital nasional, yang secara umum menunjukkan tren positif di tengah upaya BI memperkuat sistem pembayaran digital nasional yang aman, lancar, dan andal.

Secara keseluruhan, jumlah transaksi pembayaran digital pada April 2025 tercatat mencapai 3,79 miliar transaksi, tumbuh 31,50 persen (yoy). Komponen utama pendorong pertumbuhan ini berasal dari penggunaan aplikasi mobile dan internet banking yang masing-masing naik sebesar 33,14 persen dan 8,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

instagram embed

Dari sisi infrastruktur sistem pembayaran, layanan BI-FAST yang memproses transaksi ritel mencatat volume hingga 335,34 juta transaksi atau naik 42,91 persen (yoy), dengan total nilai transaksi mencapai Rp 849,51 triliun. Angka ini mencerminkan peningkatan penggunaan sistem pembayaran real-time antarbank yang kini makin diminati masyarakat dan pelaku usaha karena efisiensinya.

Sementara itu, untuk sistem kliring bernilai besar yang diproses melalui BI-RTGS (Real Time Gross Settlement), tercatat penurunan volume transaksi sebesar 2,91 persen (yoy) menjadi 724,03 ribu transaksi, dengan total nilai mencapai Rp 15.293,92 triliun.

Dari sisi pengelolaan uang tunai, Bank Indonesia juga melaporkan bahwa Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 7,28 persen secara tahunan, menjadi sebesar Rp 1.135,22 triliun pada April 2025. Hal ini mencerminkan masih besarnya kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai, meski tren digitalisasi terus berkembang.

Ke depan, BI akan terus memperkuat dan memperluas kolaborasi lintas negara dalam sistem pembayaran, termasuk dalam hal integrasi QRIS dan layanan BI-FAST secara internasional.

“Bank Indonesia akan terus memperluas kerja sama sistem pembayaran antarnegara, termasuk kerja sama QRIS dengan sejumlah negara dan interkoneksi BI-FAST dalam inisiatif Nexus dengan beberapa negara,” kata Perry.