Transaksi QRIS Melonjak 149 Persen, Tembus Rp 31,65 Triliun per Januari 2024

21 Februari 2024 18:54 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pembeli membayar menggunakan QRIS saat membeli tembakau di Lakonte Bacco, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Foto: Asprilla Dwi Adha/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Pembeli membayar menggunakan QRIS saat membeli tembakau di Lakonte Bacco, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Foto: Asprilla Dwi Adha/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyebut transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Januari 2024 tumbuh 149,46 persen secara tahunan atau year on year (yoy) atau mencapai Rp 31,65 triliun.
ADVERTISEMENT
Perry mengatakan, pada Januari 2024 ini kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat. Hal ini didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
"Nominal transaksi QRIS tercatat tumbuh 149,46 persen yoy dan mencapai Rp 31,65 triliun, dengan jumlah pengguna 46,37 juta dan jumlah merchant 30,88 juta, yang sebagian besar merupakan UMKM," kata Perry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Rabu (21/2).
Lebih lanjut, Perry mengatakan pada Januari 2024, nilai transaksi digital banking tercatat sebesar Rp 5.335,33 triliun atau tumbuh 17,19 persen yoy.
Karyawan menata produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menggunakan layanan pembayaran digital Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di gerai Rumah Solusi UMKM, Malang, Jawa Timur, Kamis (12/1/2023). Foto: Ari Bowo Sucipto/Antara Foto
Sedangkan nilai transaksi Uang Elektronik (UE) jelas Perry, meningkat 39,28 persen secara yoy mencapai Rp 83,37 triliun.
Adapun nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp 692,32 triliun atau naik sebesar 2,58 persen secara yoy.
ADVERTISEMENT
"Sementara dari sisi pengelolaan uang rupiah jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Januari 2024 meningkat 9,21 persen yoy menjadi Rp 1.015,68 triliun," katanya.