Transaksi Saham Tembus Rp 38,706 Triliun di Sesi I, Apa Penyebabnya?
·waktu baca 2 menit

Transaksi saham pada penutupan saham sesi I perdagangan pada Senin (9/12). Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 705.367 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 20,315 miliar saham senilai Rp 38,706 triliun.
Pada awal pembukaan perdagangan, transaksinya sudah mencapai Rp 34,9 triliun. Senior Analyst Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji, menjelaskan transaksi saham yang melonjak kali ini dipengaruhi salah satunya karena Presiden Prabowo Subianto yang kerap melakukan pertemuan bilateral dengan berbagai negara untuk komitmen investasi di Tanah Air.
"Sementara kalau dari domestik kita melihat sejauh mana program pemerintah baru itu bisa memberikan efek yang berarti untuk market. Kita lihat kemarin Prabowo banyak pertemuan bilateral dengan banyak negara dengan misi diplomasi untuk meningkatkan komitmen investasi di Tanah Air," ungkap Nafan Aji kepada kumparan, Senin (9/12).
Nafan membeberkan komitmen investasi yang ditawarkan Presiden Prabowo ke berbagai negara memacu market transaksi saham di BEI melejit.
"Memang banyak sekali komitmen yang masuk ke Indonesia hampir masuk Rp 300 triliun. Ini merupakan katalis yang baik dari pemerintah baru, itu dari hemat saya. Hasilnya IHSG rebound mengalami kenaikan," jelas Nafan.
Selain sentimen di dalam negeri, ada pula sentimen dari luar negeri yang turut mempengaruhi transaksi saham hari ini. Nafan menyebut, ada kaitannya dengan efek Trump yang kian mereda.
"Apalagi efek dari Trump juga sudah cukup mereda ya misalnya Hawkish Trump's Cabinet Effect kemudian Trump's Taper Tantrum Effects ini sudah terlihat mereda," ungkap Nafan.
"Ini menarik ya karena pergerakan IHSG terjadi rebound ketika para pelaku pasar mempricing terkait dengan potensi The Fed membuka suku bungan acuan di Desember ini bisa diatas 80 persen ya," lanjutnya.
Sehingga, kata Nafan, efek tersebut memberikan harapan yang berarti di pembentukan transaksi saham hari ini.
"Ini memberikan harapan yang berarti bahwa ada satu cost di IHSG dapat terbuka lebar, ini yang bisa membuat IHSG berada di zona positif selama bulan Desember," tutur Nafan.
