TransJakarta Jual Penamaan Halte Bundaran HI ke Astra
·waktu baca 1 menit

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mulai gencar menggaet para investor melalui penjualan hak nama alias naming right halte. Salah satu halte yang sudah dijual penamaannya adalah Bundaran HI Astra.
"Baru satu, yang lain masih dalam progres. Ada beberapa halte yang lagi on going. Kita targetkan sampai akhir tahun ini ada tambahan," kata Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza, dalam site visit Halte Cawang Central, Jumat (17/11).
Welfizon bilang, beberapa halte yang masih dalam masa penjajakan oleh perusahaan besar adalah Halte MH Thamrin, Halte Tosari, Halte GBK, hingga Halte CSW.
"Sebenarnya semua itu, yang di Sudirman-Thamrin itu dalam proses negosiasi," ungkapnya.
Sayangnya, Welfizon enggan menyebut perusahaan apa saja yang tertarik melakukan naming right. Ia juga enggan membocorkan biaya investasi untuk satu penamaan di busway.
"Naming right jangka waktunya tergantung brand-nya, (biasanya) 3-5 tahun," ungkapnya.
Welfizon melanjutkan, saat ini pihaknya tengah melakukan penetralan nama halte TransJakarta. Guna mendukung proses pendanaan.
Halte TransJakarta yang dinetralkan adalah Halte Cawang Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang diubah menjadi Halte Cawang Sentral. Ada pula Halte Sarinah yang diubah menjadi Halte MH Thamrin.
"Kita targetkan sampai akhir tahun ini akan ada penambahan (investor)," tandasnya.
