Truk Obesitas Hati-hati! Alat Bayar Tol Tanpa Berhenti di RI Tahu Berat Muatan

30 Januari 2021 17:03 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Truk yang kelebihan muatan atau over dimension over load (Odol) melintas di jalan tol. Foto: Dok. Joko Setiowarno
zoom-in-whitePerbesar
Truk yang kelebihan muatan atau over dimension over load (Odol) melintas di jalan tol. Foto: Dok. Joko Setiowarno
ADVERTISEMENT
Teknologi milik perusahaan Hungaria, Roatex Ltd, dipilih Kementerian PUPR sebagai sistem transaksi tol nontunai berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF), atau bayar tol tanpa berhenti.
ADVERTISEMENT
Adapun teknologi yang dimiliki Roatex Ltd adalah Global Navigation Satelite System (GNSS). GNSS dinilai paling mutakhir karena bisa dikembangkan untuk kepentingan lain di tol.
Berdasarkan keterangan perwakilan Roatex, GNSS juga bisa dipakai untuk mendeteksi beban yang tengah dimuat oleh kendaraan.
Hal itu membuat truk Over Loading Over Dimension (ODOL) dapat ditindak. Dalam menjalankan teknologi ini, perusahaan memakai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Dubes Hungaria dan Roatex menjelaskan Multi Lane Free Flow atau masa depan pembayaran tol di Indonesia. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
Chief Representative Roatex, Musfihin Dahlan mengaku terbuka jika ke depan terdapat kementerian lain yang mengajak kerja sama memakai teknologi Roatex, termasuk Kemenhub untuk menindak truk ODOL atau obesitas.
“Kami terbuka untuk bekerja sama dengan kementerian/lembaga lain,” bebernya saat ditemui di Restoran Queens Head Kemang, Jakarta, Sabtu (30/1).
ADVERTISEMENT
Selain dapat dipakai untuk mendeteksi beban kendaraan, teknologi ini bisa dipakai untuk mendukung Electronic Road Payment, manajemen traffic kendaraan berbasis data induk, hingga pentarifan ruas tol.
Menurut Musfihin, teknologi ini telah diterapkan di Hungaria selama 7 tahun terakhir. Teknologi tersebut diklaim telah sukses meningkatkan efisiensi dan pendapatan tol, serta mengurangi tingkat kemacetan.