Kumparan Logo

Trump Ancam Tarif bagi Negara yang Tolak Rencana AS Ambil Alih Greenland

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump menjawab pertanyaan dari anggota pers di atas Air Force One dalam perjalanan kembali ke Gedung Putih pada 11 Januari 2026 di Palm Beach, Florida. Foto: Samuel Corum/Getty Images via AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump menjawab pertanyaan dari anggota pers di atas Air Force One dalam perjalanan kembali ke Gedung Putih pada 11 Januari 2026 di Palm Beach, Florida. Foto: Samuel Corum/Getty Images via AFP

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam pengenaan tarif impor bagi negara yang menolak rencana AS ambil alih Greenland. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kunjungan sejumlah anggota Kongres AS ke Kopenhagen untuk menyatakan dukungan terhadap Denmark dan wilayah otonomnya di kawasan Arktik, Jumat (16/1).

Ambisi Trump ingin menguasai Greenland karena AS kekurangan bahan mineral dan sumber itu melimpah di sana. Trump menyebut aksinya itu sebagai bentuk keamanan nasional bagi negaranya.

"Kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Jadi saya mungkin akan mengenakan tarif (bagi negara yang menolak)," kata Trump dikutip dari AFP, Sabtu (17/1).

Delegasi bipartisan Kongres AS yang melakukan kunjungan dua hari ke ibu kota Denmark menegaskan bahwa ambisi teritorial Trump, yang sejak lama ditolak keras oleh Denmark, tidak mencerminkan pandangan mayoritas rakyat AS.

Dukungan terhadap Greenland juga datang dari negara-negara Eropa, termasuk melalui misi pengintaian militer yang menurut seorang jenderal Denmark turut melibatkan Amerika Serikat dan berkaitan dengan potensi pergerakan Rusia pascaperang Ukraina.

Sebanyak 11 anggota Kongres AS dalam kunjungan tersebut menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen, serta menteri luar negeri dan pertahanan Denmark, anggota parlemen, dan pelaku usaha.

Para pengunjuk rasa ikut serta dalam pawai unjuk rasa yang berakhir di depan konsulat AS, dengan slogan, "Greenland milik rakyat Greenland", di Nuuk, Greenland, Sabtu (15/3/2025). Foto: Christian Klindt Soelbeck/Ritzau Scanpix/via REUTERS

Senator Partai Republik Lisa Murkowski menyebut dialog yang berlangsung berjalan dengan baik dan menekankan pentingnya memelihara hubungan antara Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland. Ia juga menegaskan bahwa mayoritas besar warga Amerika tidak sepakat dengan gagasan pengambilalihan Greenland.

“Greenland harus dipandang sebagai sekutu, bukan sebagai aset,” kata Murkowski.

Sebelumnya, perwakilan Denmark dalam pertemuan di Washington menyatakan bahwa Kopenhagen dan Washington berada dalam “perbedaan pandangan mendasar” terkait masa depan Greenland.

Senator Demokrat Chris Coons mengatakan tujuan kunjungan tersebut untuk mendengarkan pandangan Denmark dan Greenland secara langsung. Hasil kunjungan itu akan dibawa kembali ke Washington guna meredakan ketegangan dan membuka ruang dialog yang lebih konstruktif.

Di ibu kota Greenland, Nuuk, warga menyambut positif dukungan dari anggota Kongres AS. Seorang perwakilan serikat pekerja mengatakan kecil kemungkinan Kongres AS menyetujui aksi militer di Greenland, seraya menyebut pernyataan Trump sebagai suara individu semata.

Trump sebelumnya berulang kali mengkritik Denmark, sekutu NATO, karena dinilai tidak cukup menjaga keamanan Greenland, meskipun wilayah tersebut telah berada dalam payung pertahanan NATO.

Greenland. Foto: muratart/Shutterstock

Kepala Komando Arktik Gabungan Denmark, Mayor Jenderal Soren Andersen, mengatakan bahwa latihan militer di kawasan itu berfokus pada antisipasi langkah Rusia setelah perang Ukraina berakhir. Meski demikian, ia menyebut belum melihat kehadiran kapal tempur Rusia maupun China di wilayah tersebut selama dua setengah tahun terakhir.

Sementara itu, Denmark meningkatkan kehadiran militernya di Greenland. Sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, dan negara-negara Nordik, juga mengumumkan pengiriman personel militer dalam jumlah terbatas untuk persiapan latihan di kawasan Arktik.

Aksi demonstrasi besar-besaran direncanakan berlangsung pada Sabtu di Denmark dan Greenland sebagai bentuk penolakan terhadap rencana Trump. Ribuan orang menyatakan akan ikut serta dalam aksi protes yang digelar di Nuuk serta sejumlah kota besar di Denmark melalui media sosial.

instagram embed