Kumparan Logo

Trump Minta Bantuan Negara Lain untuk Amankan Selat Hormuz

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada pers di atas pesawat Air Force One pada 11 Januari 2026. Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada pers di atas pesawat Air Force One pada 11 Januari 2026. Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta negara-negara lain untuk berkontribusi mengamankan Selat Hormuz yang telah ditutup oleh Iran.

"Saya benar-benar menuntut agar negara-negara ini masuk dan melindungi wilayah mereka sendiri," kata Trump seperti dilansir Bloomberg, Senin (16/3).

"Itu (Selat Hormuz) adalah tempat dari mana mereka mendapatkan energi mereka, mereka harus datang, dan mereka harus membantu kita melindunginya," lanjutnya tanpa menyebutkan secara spesifik negara mana saja yang dimaksud.

video story embed

Trump juga menyinggung China yang sangat bergantung pada kapal-kapal minyak yang transit di Selat Hormuz.

Sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Trump mengatakan bahwa dirinya dapat menunda rencana pertemuan puncaknya dengan Presiden China Xi Jinping, jika Beijing tidak membantu untuk membuka blokir Hormuz. Dia juga memperingatkan dalam wawancara itu bahwa NATO akan menghadapi masa depan yang "sangat buruk" jika negara-negara anggota gagal membantu di Hormuz.

Dilansir Reuters, seorang pejabat AS yang merespons ketidakpastian ekonomi akibat tingginya harga minyak memperkirakan bahwa perang melawan Iran akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan, serta diikuti oleh penurunan biaya energi. Hal ini disampaikan meski Iran menyatakan negaranya tetap “stabil dan kuat” serta siap mempertahankan diri.

Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan lebih banyak serangan terhadap pusat utama ekspor minyak Iran di Pulau Kharg pada akhir pekan lalu. Dia juga mengatakan belum siap mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi dunia.

Pemerintahan Trump berencana mengumumkan paling cepat pekan ini bahwa sejumlah negara telah sepakat membentuk koalisi untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi jalur perairan sempit tersebut. Namun, mereka masih mendiskusikan apakah operasi pengawalan itu akan dimulai sebelum atau setelah konflik berakhir.