Trump Resmi Jadi Presiden AS, Bank Mandiri Ungkap Prospek Investasi RI
·waktu baca 2 menit

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengungkapkan prospek investasi langsung dan portfolio di Indonesia usai Donald Trump resmi menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) kedua kalinya.
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Eka Fitria, menilai masih adanya peluang terhadap investasi di Indonesia karena adanya kebijakan restriksi yang cukup ketat terhadap negara-negara seperti China, Meksiko, dan Kanada.
“Sehingga Indonesia harusnya memiliki peluang untuk dapat meraih prospek spillover dari bisnis-bisnis yang di restriksi tersebut,” kata Eka dalam konferensi pers: Pre-Event Mandiri Investment Forum (MIF) 2025 secara virtual, Selasa (21/1).
Eka mengatakan ekonomi Indonesia bergantung terhadap hal-hal yang terjadi di Amerika. Sehingga kebijakan dari pemerintah Amerika Serikat akan mempengaruhi perekonomian Indonesia.
“Jadi in terms of investasi kita bisa melihat bahwa Indonesia memiliki peluang untuk dapat lebih kompetitif, memperbaiki diri agar dapat meraih potensi pasar dari negara-negara yang restricted,” ujarnya.
Namun, Eka mengakui bahwa perlunya antisipasi pergerakan ekonomi yang cenderung menghindari risiko dan lebih memilih menempatkan dana yang lebih aman. Hal ini mengingat perekonomian Amerika Serikat masih sangat kuat.
“Sehingga alternative investor untuk menempatkan portfolionya di negara tersebut relatif masih lebih tinggi juga. Jadi kita harapkan kita masih tetap bisa mempertahankan long term investor yang sudah sangat familiar dengan fundamental ekonomi Indonesia,” kata Eka.
Dari sisi portfolio investor, Direktur Mandiri Sekuritas, Silva Halim mengatakan, kebijakan Trump ini bisa memberikan tekanan terhadap pasar keuangan global dan bisa menyebabkan volatilitas.
Namun, untuk Indonesia dengan valuasi saham yang sekarang cukup menarik dan dividen yield yang tinggi, ia optimistis hal itu bisa memberikan imbal hasil yang menarik untuk investor.
“Apalagi kalau kebijakan pro-growth pemerintah nanti mulai berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan juga laba bersih dari perusahaan-perusahaan di IHSG,” kata Silva.
