Kumparan Logo

Tutup Akhir Pekan, Rupiah Jadi Raja se-Asia

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas memperlihatkan pecahan uang dolar dan rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang asing/money changer di Jakarta. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas memperlihatkan pecahan uang dolar dan rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang asing/money changer di Jakarta. (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Keperkasaan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berlangsung dari pagi hingga sore hari ini. Pada pukul 17.12 WIB, mengutip data Reuters, kurs rupiah berada pada posisi Rp 14.525. Mata uang Garuda menguat 0,34 persen dibandingkan pada pembukaan perdagangan pagi tadi yang berada di posisi Rp 14.575. Penguatan ini menjadikan rupiah paling perkasa se-Asia.

Meski demikian, secara year-to-date (ytd) atau dari awal tahun hingga saat ini, dolar AS masih menguat terhadap rupiah sebesar 7,05 persen.

Rupiah terus menguat setelah sempat mengalami koreksi mendalam pada periode Oktober 2018. Kurs rupiah sempat anjlok pada posisi Rp 15.200 pada 8 Oktober. Rupiah terus bertengger di posisi Rp 15.200-an hingga 31 Oktober 2018. Mata uang Garuda akhirnya mendapat angin segar sejak awal November hingga hari ini.

Mata uang Rupiah menguat. (Foto: Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Mata uang Rupiah menguat. (Foto: Reuters)

Data Penguatan/Pelemahan Mata Uang di Asia Terhadap Dolar AS:

Rupiah Indonesia: 0,34 persen (menguat)

Yuan China: 0,20 persen (menguat)

Ringgit Malaysia: 0,07 persen (menguat)

Peso Filipina: 0,02 persen (menguat)

Bath Thailand: 0,27 persen (melemah)

Yen Jepang: 0,09 persen (melemah)

Dolar Hong Kong: 0,05 persen (melemah)

Dolar Singapura: 0,007 persen (melemah)